Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
16 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
3
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
12 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
4
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
16 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
5
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
6
Jalan Bukittinggi - Pasaman Barat Sudah Bisa Dilewati Pasca Longsor
Agam
17 jam yang lalu
Jalan Bukittinggi - Pasaman Barat Sudah Bisa Dilewati Pasca Longsor
Loading...
Home  /   Berita  /   Hukum

Aduh Miris... Pengguna Narkoba di Kalangan Pelajar Sawahlunto Didominasi Oleh Pelajar Wanita

Aduh Miris... Pengguna Narkoba di Kalangan Pelajar Sawahlunto Didominasi Oleh Pelajar Wanita
ilustrasi
Jum'at, 09 Oktober 2015 08:58 WIB
Penulis: .
SAWAHLUNTO, GOSUMBAR.COM - Wakil Wali Kota Sawahlunto, Ismed mengaku prihatin dengan adanya pelajar di kota yang terlibat kasus narkoba. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, ternyata pengguna narkoba di kalangan pelajar itu didominasi oleh pelajar wanita.

"Data tersebut merupakan hasil koordinasi serta pengamatan yang dilakukan oleh jajaran Badan Narkotika Kota (BNK) dengan pihak Badan Nasional Narkotika (BNN)," kata dia di Sawahlunto, saat memberikan sambutan pada kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi forum anak Kota Sawahlunto, di Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto Kamis (8/10/2015).

Perbandingannya, kata Ismed, mencapai besaran 60 berbanding 40 persen dengan pelajar pengguna berjenis kelamin laki-laki.

Menurutnya, kondisi itu cukup mengagetkan dan membutuhkan langkah-langkah penanganan yang cepat dan tepat, sesuai prosedur yang berlaku sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan berlaku, terkait pencegahan serta rehabilitasinya.

Dia juga meminta, fakta tersebut dapat menjadi perhatian bagi semua pihak khususnya para orang tua dan segera meningkatkan pengawasan terhadap anak, guna menghindari kerugian lebih besar bagi masa depan mereka nantinya.

Salah satunya, jelas dia, dengan memberikan pemahaman kepada anak tentang bahaya narkoba baik terhadap efeknya dari sisi kesehatan serta risiko ancaman hukumannya yang tidaklah ringan sebagai pengguna, bahkan dapat dijatuhi hukuman mati apabila terbukti mengedarkannya dalam jumlah besar.

"Memanfaatkan forum anak sebagai mitra dalam mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar adalah sebuah solusi terbaik saat ini, sebelum permasalahan ini berkembang lebih besar dan harus ditangani oleh pihak penyidik dari BNN atau bahkan pihak Kepolisian apabila terbukti telah memnuhi unsur - unsur pidana tentang kejahatan narkoba," kata dia.

Sehingga, lanjutnya, faktor lingkungan dan pergaulan yang salah arah sebagai faktor utama terjeratnya seseorang sebagai pengguna narkoba dewasa ini, dapat diperkecil cakupannya sehingga memudahkan pihak terkait dalam menekan angka peredarannya di kota itu.

"Ada pergeseran trend yang sebelumnya narkoba dikonsumsi oleh anak-anak berlatar belakang keluarga kurang harmonis, saat ini sudah menjangkiti anak-anak dari keluarga harmonis dan kesehariannya terlihat biasa-biasa saja," kata dia.

Terkait penanganannya oleh pihak BNN Kota Sawahlunto, Kepala BNN setempat, Guspriadi melalui Kepala Sub Bagian Umum, Ilham, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pembenahan kedalam pasca dilantiknya kepengurusan BNN di kota itu, baru-baru ini.

"Dipastikan hingga akhir tahun kami belum bisa melakukan kegiatan karena ketersediaan anggaran yang belum ada, saat ini seluruh program kegiatan sedang disusun untuk diusulkan pada tahun anggaran 2016," ujar dia.

Dia mengakui, saat ini sekitar tujuh orang warga kota itu yang positif menggunakan narkoba sudah mendapatkan penanganan intensif oleh pihak BNN Provinsi untuk direhabilitasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sawahlunto, namun pihaknya tidak dapat menjelaskan identitasnya demi kepentingan proses rehabilitasi yang sedang berlangsung.

Pihaknya mengimbau, bagi masyarakat yang mengetahui atau ada anggota keluarganya yang sudah patut diduga telah menjadi pengguna narkoba agar segera melapor ke Kantor BNN Kota Sawahlunto atau pihak terkait lainnya untuk diambil langkah-langkah penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

"Pemerintah sudah menyediakan anggaran untuk merehabilitasi para pengguna narkoba yang ingin direhabilitasi, " kata dia. ***

Sumber : antara
Kategori : Sawahlunto, Hukum

Loading...
www www