Home  /  Berita  /  Politik

Cegah Kampanye Hitam, KPU Sumbar Ingatkan Pasangan Calon Jangan Saling Menjelekkan

Cegah Kampanye Hitam, KPU Sumbar Ingatkan Pasangan Calon Jangan Saling Menjelekkan
Rabu, 09 September 2015 09:37 WIB
Penulis: Derizon Yazid
PADANG, GOSUMBAR.COM - Komisi Pemiliha Umum (KPU) Sumbar meminta pasangan balon (Paslon) kepala daerah se-Sumatera Barat dan tim kampanye agar saat berkampanye bersaing secara sehat, tidak saling menjelekan pasangan sehingga terwujud Pilkada berkualitas, damai dan berintegritas.

"Kampanyelah secara sehat, jangan ada saling menjelekan pasangan lain," kata Ketua KPU Sumbar, Amnasmen di Padang.

      Ia menjelaskan, paslon bersama dengan timnya bisa memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, menghadirkan iklim politik yang nyaman, dan setiap perbedaan politik dijadikan pengikat persaudaraan.

"Kami meminta kepada enam Paslon untuk menjaga stabilitas Kamtibmas serta mematuhi aturan selama masa kampanye," ungkapnya.    

  Agar tidak menodai demokrasi, lanjut Amnasmen, maka pemilihan kepala daerah harus dilaksanakan secara jujur, santun, dan hindari kampanye hitam.

Ia menginginkan agar Pilkada Samosir tahun ini, menjadi contoh demokrasi yang jujur dan bermartabat. 

"Aturan untuk melaksanakan pemilu damai, tidak membawa SARA, primordialisme serta menjunjung tinggi pilkada yang santun," tegasnya.      

Ia mengatakan, semua pihak, baik jajaran pemerintah, penyelenggara pemilu, dan tim sukses masing-masing pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota se-Sumbar yang sudah terdaftar untuk ikut Pilkada serentak,  untuk mencegah dan meniadakan berbagai bentuk pelanggaran Pemilu, termasuk berbagai bentuk intimidasi dan pemaksaan dari siapa pun terhadap siapa pun.

"Semua pihak untuk mempedomani semua ketentuan dan aturan tentang pilkada, memahami wewenang dan tanggung jawab masing-masing," katanya.      

Hindari politik uang dan kampanye hitam. Ini tidak mendidik bagi masyarakat dan mencederai demokrasi, cegah pernyataan yang bersifat provokatif, baik dari cabup-cawabup maupun dari tim sukses masing-masing, kata Anasmen. ***

wwwwww