AZ4N Siap Bentuk Lembaga Keuangan Disetiap Nagari

AZ4N Siap Bentuk Lembaga Keuangan Disetiap Nagari
Selasa, 08 September 2015 23:52 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
LIMAPULUH KOTA, GOSUMBAR.COM - Ketua Tim Relawan pasangan calon bupati dan wakil bupati Azwar Chesputra-Yunirwan Khatib (AZ4N), Drh Harmen mengaku, siap mendorong lahirnya lembaga keuangan di tiap Nagari.

Selain bertujuan untuk memacu pertumbuhan ekonomi, gagasan tersebut juga untuk mengembalikan fungsi Nagari sebagai pilar pembangunan. "Program tersebut kita persiapkan jauh hari, supaya nanti kalau AZ4N menang, tinggal menjalankan saja," kata Harmen, Selasa (8/9/2015) di Posko Tim Relawan AZ4N, KM 7 Tanjuang Pati, Kecamatan Harau.

Harmen juga menyebutkan, persiapan tersebut sudah disusun oleh Azwar Chesputra dan Yunirwan Khatib. Untuk pengelolaan lembaga keuangan nagari alias LKN nantinya, akan dimotori oleh perwakilan seluruh unsur di lingkungan Pemerintahan Nagari.

Yang terpenting LKN tersebut nantinya dibentuk dengan basis syari'ah. Seluruh LKN bakal disuntik dengan APBD. Kalau uang masih kurang, menurut Harmen, AZ4N siap menjuluk anggaran ke pusat serta merangkul pihak ketiga. Yang pastinya tidak membebani rakyat.

"Selama ini, masyarakat yang hendak mengembangkan usaha, kesulitan melakukan pinjaman. Kalaupun bisa, harus pakai boro atau jaminan terlebih dahulu. Ini yang menyebabkan laju ekonomi masyarakat berjalan lamban dan terseok-seok," tutur Harmen.

Lebih parahnya lagi, jangankan memiliki boro berupa sertifikat tanah dan lain sebagainya, untuk makan tiga kali sehari saja masyarakat sudah kesulitan.

"Harusnya, masyarakat mendapatkan hak dan perhatian yang layak," tukas Harmen.

Beranjak dari kondisi ini pula, menurut Harmen, AZ4N menyiapkan LKN syari'ah ditiap nagari. Masyarakat yang akan meminjam modal usaha, tidak perlu lagi pakai boro. "Fungsi adat kita berdayakan dalam pengelolaan LKN ini, jadi tidak menyusahkan rakyat," ujar Harmen.

Tekhnisnya, bagi masyarakat yang akan meminjam modal usaha ke LKN syari'ah, terlebih dahulu harus mendapat persetujuan niniak mamak yang bersangkutan. Jika angsuran pinjaman tidak dibayarkan, maka diberlakukan sanksi moral.

"Kapan perlu, diumumkan di Masjid dan Balai Adat. Laporan pertanggungjawaban pengelola LKN, ditebar di tempat keramaian dan diawasi oleh Badan Musyawarah Nagari," jelas Harmen yang juga sebagai pembina kelompok tani dan koperasi.

Adapun wacana AZ4N mendirikan LKN syariah, menurut pemerhati ekonomi Luak Limopuluah Darman Sahladi, yang juga sekretaris Koalisi Limapuluh Kota Sepakat, rencana AZ4N bukanlah program yang muluk-muluk.

Dia menyebut, ada 3 alasan masyarakat selama ini tidak mampu mendongkrak ekonomi. "Imbasnya, kemiskinan tidak kunjung pulih, pertama lemahnya SDM, kedua tidak ada modal dan ketiga tidak punya jaminan," sebutnya.

Anggota DPRD Sumbar yang juga mantan Ketua DPRD Limapuluh Kota ini menyebut, AZ4N sangat tidak menginginkan, kemiskinan makin menjadi dan berimbas ke masyarakat. "Makanya, LKN syari'ah itu perlu didirikan," jelas Ladi, sapaan akrabnya.

Di tempat terpisah Azwar Chesputra dan Yunirwan Khatib, juga menggelar pertemuan dengan pengurus serta anggota Koperasi ZAM-ZAM di Akabiluru. Dalam pertemuan ini, AZ4N menyinggung komitmennya untuk mendirikan LKN syari'ah dan mendorong pertumbuhan koperasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Tim Koordinasi pemenangan AZ4N kepada GoSumbar, Selasa (8/9/2015) malam. (dnl)


Loading...
www www