Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
GoNews Group
14 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
2
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
Padang
23 jam yang lalu
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
3
Pesantren di Agam Kembangkan Serai Wangi di Lahan Seluas 10 Hektare
Agam
21 jam yang lalu
Pesantren di Agam Kembangkan Serai Wangi di Lahan Seluas 10 Hektare
4
Ombudsman: Jangan Sampai Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Rumitnya PPDB
Pendidikan
20 jam yang lalu
Ombudsman: Jangan Sampai Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Rumitnya PPDB
5
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
GoNews Group
11 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
6
Tes Cepat Covid-19 Bagi PPDP di Solok Selatan Bermasalah
Solok Selatan
20 jam yang lalu
Tes Cepat Covid-19 Bagi PPDP di Solok Selatan Bermasalah
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Terkait Pencabutan Dukungan, Tim IMAM Merasa Dizalimi oleh Oknum Pengurus DPC PDIP Bukittinggi

Terkait Pencabutan Dukungan, Tim IMAM Merasa Dizalimi oleh Oknum Pengurus DPC PDIP Bukittinggi
Tim IMAM saat menggelar konfrensi pers terkait pencabutan dukungan oleh kader DPC PDIP Bukittinggi, Rabu (21/10/2015)
Rabu, 21 Oktober 2015 14:39 WIB
Penulis: jontra
BUKITTINGGI, GOSUMBAR.COM - Menanggapi sikap pencabutan dukungan oleh DPC PDIP Bukittinggi terhadap pasangan calon walikota Bukittinggi nomor urut lima, Ismet Amziz-Zulbahri (IMAM) pada Selasa 20 Oktober 2015, tim IMAM menggelar konfrensi pers Rabu, (21/10/2015).

Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua Tim Pemenangan IMAM, Amril Anwar mengatakan mereka merasa dizalimi oleh keputusan sepihak dari  oknum pengurus DPC PDIP Bukittinggi.

"Ini adalah perilaku oknum DPC PDIP Bukittinggi bukan sikap partai secara keseluruhan. Karena saat ini, masih ada beberapa pengurus DPC PDIP Bukittinggi yang setia di tim ini," ujarnya.

Amril Anwar juga mencontohkan saat ini saja Ketua 1 DPC PDIP Bukittinggi, Con Piliang dan Anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Partai PDIP, Farale Sijabat serta beberapa kader PDIP lainnya masih konsisten bersama tim IMAM, tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Farale Sijabat juga mengatakan, hingga saat ini mereka masih solid, dan dia masih  komitmen dan memegang teguh rekomendasi partai yang telah dikeluarkan oleh DPP dan DPD PDI Perjuangan Sumbar untuk mengusung Paslon Cawako Ismet Amziz- Zulbahri pada Pilkada Bukittinggi yang ditandatangani oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, ujarnya.

Terkait sanksi yang akan diterima seperti yang disebutkan oleh beberapa pengurus itu, Farale juga mengaku telah siap menerimanya, bahkan dia mengatakan akan melawan jika dia dirugikan, jelasnya.

Terpisah, Ketua DPD PDIP Sumatera Barat Alex Indra Lukman menyayangkan keputusan pengurus DPC PDIP Bukittinggi terkait pencabutan dukungan, dirinya mengatakan ini keputusan sepihak dari pengurus tanpa dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan pengurus DPD Sumbar, ungkapnya.

"Tidak ada pencabutan dukungan ataupun sejenisnya, PDI Perjuangan komit dengan keputusannya. Bila ada yang bersikap lain, bisa jadi karena dinamika yang sangat tinggi dalam Pemilukada. DPC Bukittinggi sudah kami panggil untuk lakukan klarifikasi terkait persoalan ini," ujarnya

Sementara itu, Cawako Ismet Amziz menanggapi, persoalan ini adalah hal yang biasa dalam politik, karena hal itu tidak mempengaruhi usungan dari PDIP itu sendiri jelasnya.

Ismet juga mengatakan tidak akan banyak berkomentar terhadap hal itu, karena seluruh urusan yang menyangkut tim pemenangan sudah diserahkan kepada tim secara penuh, ungkapnya. (**)

Kategori : Bukittinggi, Politik

Loading...
www www