Home  /  Berita  /  Politik

Amril Anwar: Mundurnya PDIP Bukittinggi Dukung Paslon IMAM adalah Keputusan Banci dan Tidak Tegas

Amril Anwar: Mundurnya PDIP Bukittinggi Dukung Paslon IMAM adalah Keputusan Banci dan Tidak Tegas
Wakil Ketua Pemenangan Paslon cawako IMAM, Amril Anwar.
Selasa, 20 Oktober 2015 21:43 WIB
Penulis: jontra
BUKITTINGGI, GOSUMBAR.COM - Terkait dengan penarikan dukungan DPC PDIP Bukittinggi kepada pasangan calon Ismet Amzis Dan Zulbahri Majid (IMAM) ini, Wakil Ketua Tim Pemenangan IMAM, Amril  Anwar menilai keputusan yang diambil oleh DPC PDIP itu merupakan keputusan banci yang tidak tegas.

“DPC PDIP Bukittinggi menyatakan tetap mengusung paslon IMAM, tapi mereka tidak memberikan dukungan untuk paslon tersebut. Jelas ini keputusan yang tidak tegas dari DPC PDIP Bukittinggi. Kenapa tidak sekalian saja ditarik pengusungan IMAM dari PDIP,” tegas Amril Anwar.

Menurutnya, awal pertemuan yang dilakukan oleh paslon IMAM dengan DPC PDIP dilalui dengan baik. Begitu juga segala kewajiban yang ditentukan  partai juga sudah dipenuhi oleh paslon IMAM, baik ditingkat DPP, DPD Sumbar dan DPC PDIP Bukittinggi maupun untuk pribadi.

Amril Anwar juga mengatakan pada GoSumbar, Selasa (20/10/2015), jika memang DPC PDIP tidak mendukung paslon IMAM itu, maka langkah itu dinilai sah-sah saja. Namun pihaknya akan menyurati DPP terkait  penarikan dukungan oleh DPC PDIP Bukittinggi. Sebab, SK untuk mengusung paslon IMAM dari DPC PDIP menurut Amril Anwar dikeluarkan  oleh DPP PDIP yang ditandatangani oleh Megawati Soekarno putri.

“Kita sangat setuju jika memang DPC PDIP Bukittinggi menarik dukungannnya kepada Paslon IMAM. Dan kita meminta kepada pengurus DPC PDIP Bukittinggi untuk dapat mengembalikan  uang  yang sudah diterima baik untuk partai  maupun pribadi. Begitu juga dengan baju baju dan atribut atribut beserta kelengkapan lainnya yang sudah diambil dari Posko IMAM,” ungkap Amril Anwar.

Amril Anwar menambahkan, pihak DPC PDIP Bukittinggi dinilai mengangkangi aturan, karena tidak tunduk pada SK yang telah diterbitkan oleh DPP PDIP, Ia menilai, Ketua DPC PDIP Bukittinggi, Arlis tidak jantan dalam bersikap serta mengambil keputusan terkait dengan komitmen awal dukungan terhadap Imam, pungkasnya. (**)

wwwwww