Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
22 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
2
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
22 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
3
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
Sumatera Barat
16 jam yang lalu
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
4
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
Kesehatan
22 jam yang lalu
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
5
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
3 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
6
Status Darurat Covid-19 Diperpanjang di Tengah Gaung 'New Normal'
GoNews Group
22 jam yang lalu
Status Darurat Covid-19 Diperpanjang di Tengah Gaung New Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   Ekonomi

Menteri Koperasi: Jangan Biarkan Investor Besar Masuk dan Kuasai Sawahlunto!

Menteri Koperasi: Jangan Biarkan Investor Besar Masuk dan Kuasai Sawahlunto!
Menkop UKM AAGN Puspayoga
Minggu, 30 Agustus 2015 06:32 WIB
Penulis: .
SAWAHLUNTO, GOSUMBAR.COM - Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga berharap Kota Sawahlunto bisa mengembangkan pariwisata rakyat. Sebab, kota yang pernah menjadi kawasan tambang batu bara terbesar di Indonesia itu memiliki potensi.

"Agar ke depan yang menikmati itu rakyat dan rakyat yang akan menjadi bos di daerahnya sendiri," ujar Puspayoga seusai membuka Karnaval Songket Silungkang di Sawahlunto, Sumatera Barat, Jumat 28 Agustus 2015.

Menurut Puspayoga, Sawahlunto memiliki modal untuk itu. Ada bangunan tua sebagai daya tarik pariwisata. Juga ada songket Silungkang. Karena itu, Sawahlunto harus membangun pariwisata rakyat.

"Jangan biarkan investor besar masuk ke Sawahlunto. Jika tetap masuk, 10 tahun lagi rakyat hanya sebagai penonton dan rakyat akan gigit jari,," ujar mantan Wakil Gubernur Bali itu.

Kata Puspayoga, pariwisata rakyat itu ujung tombaknya industri rumahan. Rakyat punya kerajinan daerah yang bisa dijual. Punya penginapan yang besih seperti homestay. Pertaniannya hidup.

Sehingga, wisatawan bisa menikmati ciri khas daerah tersebut. Pengunjung bisa menikmati hasil pertaniannya.

"Ketika pengrajin hidup, pertanian hidup dan kesenian hidup, daerah itu akan dikunjungi banyak orang," ujarnya. ***

Sumber : tempo.co
Kategori : Sawahlunto, Ekonomi

Loading...
www www