Harapan Warga kepada Bacalonbup Azwar Chesputra

Selama Ini, Pelajar Si Api-api Harus Berjalan Kaki dan Menyeberangi Batang Lampasi untuk Bisa Bersekolah

Selama Ini, Pelajar Si Api-api Harus Berjalan Kaki dan Menyeberangi Batang Lampasi untuk Bisa Bersekolah
Senin, 24 Agustus 2015 02:16 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
LIMAPULUH KOTA, GOSUMBAR.COM - Meski berada di perbatasan Kota Payakumbuh, tepatnya Payakumbuh Utara, namun para pelajar Desa Si Api-api, Nagari Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota, harus berjalan kaki untuk mencapai sekolahnya yang umumnya berada di Payakumbuh. Pemandangan itu terjadi karena jalan menuju desa tersebut tidak diaspal dan juga tidak memiliki jembatan.

Hal itu dituturkan Ketua LPM Simalanggang, Yazid Rusli kepada calon Bupati Limapuluh Kota, Azwar Chesputra yang berkunjung ke desa itu, Kamis (20/8/2015).

Pada pertemuan yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Balai Rupih itu, warga menceritakan kondisi desa mereka yang masih jauh tertinggal dan itu bertolak belakang dengan kondisi desa disebelahnya yang masuk wilayah Kota Payakumbuh.

Karena itu, kepada kandidat kuat calon bupati Limapuluh Kota 2016-2021, penduduk Si Api-api berharap adanya pembangunan jalan yang layak jika nantinya terpilih sebagai Bupati Limapuluh Kota. ''Jalan yang kami butuhkan hanya 400 meter yang menghubungkan Si Api-Api dengan Talawi,'' tambah Yazid Rusli, mewakili warga.

Akibatnya, menurut Yazid, setiap hari, pelajar si Api-Api yang bersekolah ke Payakumbuh, harus berjalan kaki dan menyeberangi sungai Batang Lampasi. ''Sementara itu pak, jalan dari Talawi arah ke Si Api-Api sudah diaspal. Kami mohon, kalau bapak terpilih jadi Bupati, tolonglah kampung kami," pinta Ketua LPM.

Menanggapi keluhahan masyarakat tersebut, Azwar Chesputra berjanji akan memprioritaskan pembangunan desa tersebut bukan hanya di kampung Si Api-Api, namun secara menyeluruh. "Pembanungan merata, insya allah kalau saya diberi izin untuk memimpin Limapuluh Kota kedepan, prioritas kami adalah pembangunan disegala bidang khusunya pedesaan," sambutnya.

Azwar Ches yakin, dengan menghidupkan pola babaliak ka nagari, maka banyak pembangunan yang bisa dilakukan. ''Kesejahteraan petani harus didongkrak, masyarakat harus dimanjakan,dikasih peluang usaha. Itu kerja Pemkab. Jangan biarkan masyarakat itu berjalan sendiri,'' kata Azwar Ches.

Dengan tegas Azwar menyebut, di nagari-nagari mesti dihidupkan pola pembangunan gotong royong. Anggaran proyek fisik Rp100 juta ke bawah, serahkan saja ke nagari. Bersama niniak mamak dan lembaga adat yang ada, masyarakat melakukan swadayanya.

Selain warga Si Api-Api, ikut dalam acara temu-ramah antara Azwar Ches dan para kader parpol dari Koalisi Limapuluh Kota Sepakat (Golkar, Demokrat, Hanura, PKS dan PBB) ini, ratusan kaum ibu anggota yasinan, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, pjs Walinagari serta Ketua KAN Simalanggang.

Sementara itu H Edwar Idrus menyakatakan bahwa Azwar selain di Simalanggang, masyarakat Suliki dan Kecamatan Harau juga optimis, AZAN akan unggul dalam Pilkada mendatang. ''Dari semua dukungan yang ada baik di daerah wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, sepakat akan berjuang masksimal demi kemenangan Azan,'' pungkasnya. (dnl)

Kategori : Limapuluh Kota, Politik

Loading...
www www