Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
7 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Kesehatan
21 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
3
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
23 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
4
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
4 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
5
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
3 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
6
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
4 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Mantan Wako Padang Panjang Raih KPAI Award karena Pelopori Kota Tanpa Rokok dan Tolak Pajak Cukai Rokok Masuk APBD

Mantan Wako Padang Panjang Raih KPAI Award karena Pelopori Kota Tanpa Rokok dan Tolak Pajak Cukai Rokok Masuk APBD
Suir Syam
Sabtu, 22 Agustus 2015 21:00 WIB
Penulis: Arie MF Jambak
JAKARTA, GOSUMBAR.COM - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan anugerah KPAI Award 2015 kepada sebelas lembaga, komunitas, dan tokoh yang dinilai konsisten terhadap perlindungan anak di Indonesia. Salah satunya adalah mantan Walikota Padang Panjang, Suir Syam.

Ketua KPAI, Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan, pelaksanaan KPAI Award ini diharap mendorong partisipasi publik demi terwujudnya kepedulian perlindungan terhadap anak.

"Alasan pemberian award karena mereka memiliki konsistensi atas kepedulian terhadap perlindungan anak," kata Asrorun Ni'am.

Berikut ini nama-nama kesebelas penerima KPAI Award 2015:

1. Mantan walikota Padang Panjang, Suir Syam sebagai pelopor kota tanpa rokok pada tahun 2009. Dia juga menolak pajak cukai rokok dalam APBD. Dia adalah walikota pertama yang mewujudkan hal itu.

2. Bawaslu RI karena dianggap fokus terhadap perlindungan anak melalui pengawasan kegiatan politik agar parpol menghindari kampanye yang melibatkan anak.

3. Pemprov Kepulauan Riau, karena mampu menggerakkan KPAD (Komisi Perlindungan Anak Daerah) dan mendorong Pemda/Pemkot mengeluarkan Perda dan peraturan lainnya terkait perlindungan anak

4. Pemprov Surabaya, karena terbukti mampu mencegah eksploitasi seksual anak melalui kebijakan Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang menutup lokalisasi Dolly.

5. Kabupaten Banyuwangi karena kebijakan bupati sangat inovatif dalam hal memberikan pelayanan satu atap dalam pemberian akte kelahiran gratis kepada setiap bayi yang lahir baik di desa maupun di rumah sakit.

6. Taman Pintar Yogyakarta (Pemkot Yogyakarta) karena mampu mewujudkan tempat bermain yang kreatif, edukatif, dan menembus segala strata sosial masyarakat.

7.Forum Kompak (Komunitas Anak Desa Kebumen) karena partisipasi mereka dalam kegiatan perlindungan anak melalui Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) terkait perlindungan anak.

8. Program TV Trans 7 Sibolang karena menyelenggarakan program tv yang edukatif, kreatif dan ramah anak.

9. Pencipta lagu Muhammad Jujur dari Padang Panjang, Sumatera Barat karena mampu menciptakan 300 lagu tentang anak.

10. Majalah Bobo, karena ramah anak dan konsisten menyasar segmen anak.

11. Mizan KKPK (Kecil-kecil Punya Karya) yang diterbitkan oleh penerbit Mizan, karena karyanya mampu membuka ruang kreativitas penulisan untuk anak-anak.***

Sumber : republika.co.id
Kategori : Padangpanjang, Umum

Loading...
www www