Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
Peristiwa
13 jam yang lalu
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
2
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Internasional
13 jam yang lalu
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
3
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
GoNews Group
12 jam yang lalu
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
4
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
GoNews Group
9 jam yang lalu
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
5
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Ekonomi
2 jam yang lalu
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
6
Bertambah 1.679, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 113.134
Kesehatan
3 jam yang lalu
Bertambah 1.679, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 113.134
Loading...
Home  /   Berita  /   Hukum

Ada Indikasi Penyelewengan, Kejati Lirik Proyek di BWSS V Sumbar

Senin, 02 November 2015 15:05 WIB
Penulis: Agip M Noerman
PADANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar mulai melirik indikasi kerugian negara pada pengerjaan proyek di Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS) Sumbar. Konsennya kejaksaan menyelidiki kasus dugaan korupsi instansi di bawah Kementrian PU ini, banyaknya laporan yang masuk dari masyarakat.

"Kejaksaan banyak mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya indikasi penyelewengan anggaran negara pada pengerjaan proyek di BWSS. Dan, kejaksaan akan menindaklanjuti laporan tersebut," kata Kasipenkum Kejati Sumbar, Ikwan Ratsudy di Kantor Kejati Sumbar, Senin (2/11).

Dijelaskannya, tidak hanya dugaan penyalahgunaan anggaran pada proyek BWSS Sumbar, semua laporan yang terkait dengan kerugian negara akan ditindaklanjuti. Ikwan menggarisbawahi, khusus kasus di BWSS, kejaksaan akan menurunkan tim intel mengkaji serta menyelidiki berbagai proyek tersebut. 

"Indikasi penyelewengan anggaran negara memang ada. Untuk bukti awal tentu kejaksaan akan menurunkan tim dalam menyelidiki proyek tersebut," sebut Ikwan. 

Pada kesempatan itu Ikwan juga mengingatkan bahwa tidak ada warga negara yang kebal hukum. Kalau memang terbukti bersalah, tambahnya, warga negara yang bersangkutan harus menerima konsuekensi dari perbuatan melawan hukum. "Salah jika ada warga negara yang mengatakan dirinya kebal hukum," cetusnya. 

Terpisah Wakil Ketua LSM Laskar Merah Putih Evi Nurdin menjelaskan, indikasi penyelewengan anggaran negara di BWSS Sumbar memang sudah tidak lagi menjadi rahasia umum. Biasanya, ulas Evi, modus gratifikasinya berupa pembagian fee proyek yang bisa mencapai miliaran. 

"Untuk itu, kami minta pada pihak kejaksaan agar segera mengusut kasus dugaan korupsi di BWSS V Sumbar," tegasnya. (agb)

Kategori : Sumatera Barat, Hukum

Loading...
www www