Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
16 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
3
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
12 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
4
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
16 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
5
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
6
Jalan Bukittinggi - Pasaman Barat Sudah Bisa Dilewati Pasca Longsor
Agam
17 jam yang lalu
Jalan Bukittinggi - Pasaman Barat Sudah Bisa Dilewati Pasca Longsor
Loading...
Home  /   Berita  /   Hukum

Rumah Makan Minang 'Salero Bundo' Dirusak, Ratusan Massa Mengamuk dan Balikkan Angkot

Rumah Makan Minang Salero Bundo Dirusak, Ratusan Massa Mengamuk dan Balikkan Angkot
Aparat menetralisir situasi yang sempat mencekam di Samarinda Kota.
Sabtu, 22 Agustus 2015 08:10 WIB
Penulis: Arie MF Jambak
SAMARINDA, GOSUMBAR.COM -Gara-gara ulah seorang supir angkot yang bikin onar di rumah makan Padang 'Salero Bundo', kawasan Jalan Mulawarman, Samarinda Kota, Kalimantan Timur, Jumat (21/8) sore mencekam.

Teriakan bakar dari massa bersahut-sahutan, tepatnya di depan Samarinda Central Plaza (SCP). Ratusan massa yang tergabung dari anggota organisasi masyarakat dan warga tiba-tiba saja memenuhi jalan. 

Sejumlah sopir angkutan kota (Angkot) yang tengah ngetem pucat dan akhirnya lari tunggang langgang meninggalkan angkot mereka. 

Satu angkot trayek B KT 1698 MA yang diduga milik salah satu sopir pemicu masalah, dirusak bahkan dibalikan massa. Warga semakin kesal dan ingin sekali membakar angkot itu.

Namun sejumlah polisi yang membawa senjata laras panjang bisa mencegahnya dan kembali membalik angkot yang selanjutnya diamankan ke Polsubsektor Mulawarman. 

Amukan massa itu buntut perusakan warung makan Padang Salero Bundo dan penganiayaan terhadap seorang pelayannya yakni Zulkifli (27). 

Massa marah lantaran kawanan sopir angkot itu sudah berulang kali berbuat onar. Tapi warga coba menahan diri untuk tidak meladeni para sopir angkot pemabuk itu. 

"Memang sudah sering. Kadang datang dalam keadaan mabuk minta makan, kalau tak dikasih pecah-pecah piring," kata Zulkifli, seperti dikutip dari jpnn.com, Sabtu (22/8). 

Sama halnya dengan pemicu keributan yang terjadi kemarin. Zulkifli menceritakan awalnya salah satu pelaku datang membeli makan, tapi uangnya kurang. "Parahnya minta dua porsi," ucap Zulkifli.

Meski uang yang dibayarkan kurang, Zulkifli tetap memberikan seporsi nasi padang. Tapi pelaku yang belum diketahui pasti identitasnya itu marah kepada Zulkifli. "Apalagi waktu meminta sambal, dia (pelaku, red) langsung ngamuk," ujar Zulkifli. 

Karena pelaku mengamuk, Zulkifli berusaha menenangkannya. Tapi pelaku semakin menjadi-jadi bahkan melayangkan pukulan ke mata kanan Zulkifli hingga mengalami lebam. 

"Mereka itu sudah sangat meresahkan, bahkan warung makan kami sering diancam jangan melapor, karena kalau sampai melapor polisi bisa panjang urusannya," tutur Firman (31), pemilik warung makan yang turut menemani Zulkifli mengadu ke Polresta Samarinda.***

Sumber : jpnn.com
Kategori : Hukum

Loading...
www www