Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
17 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
14 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
14 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
13 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
10 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
6
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Kesehatan
12 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

Mensos Pantau Langsung Pencairan Dana PKH di Padang

Mensos Pantau Langsung Pencairan Dana PKH di Padang
Senin, 10 Agustus 2015 16:53 WIB
Penulis: .
PADANG, GOSUMBAR.COM - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memantau pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Kantor Pos Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin.

Khofifah didampingi Wali Kota Padang Mahyeldi dan sejumlah pejabat terkait untuk memantau proses penyaluran yang dilakukan kantor pos.

Mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, Khofifah tiba di lokasi yang berjarak sekitar 20 kilometer arah selatan kota Padang dan langsung disambut warga yang ingin bersalaman.

Mensos pun tak henti menebar senyum dan menyapa warga yang ada di lokasi.

Khofifah kemudian mendampingi salah seorang warga untuk menerima dana yang diberikan oleh petugas pos.

"Gunakan uang yang diterima kepada yang bermanfaat, jangan pakai untuk beli pulsa ya bu," ucap Khofifah kepada salah seorang warga yang baru saja menerima uang.

Ia menyebutkan ada 2.780.000 jiwa penerima program keluarga harapan dengan bantuan pokok Rp500 ribu setahun.

Ia mengatakan penerima program keluarga harapan berjumlah delapan persen dengan status sosial ekonomi terendah.

Khofifah menyebutkan total anggaran program keluarga harapan yang dicairkan pada Agustus 2015 mencapai Rp2,4 triliun.

"Saya minta pencairan Rp2,4 triliun selesai pada bulan Agustus," ujar dia.

Menurut dia, Kementerian Sosial telah berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia agar pencairan bantuan pokok sebesar Rp500 ribu dilakukan serentak pada Agustus.

Selain bantuan pokok, penerima program keluarga harapan yang sedang hamil juga menerima Rp1 juta selama setahun dicairkan dalam empat tahap.

"Kemudian, bagi yang punya anak usia hingga enam tahun untuk asupan gizi juga diberikan Rp1 juta setahun," kata Mensos.

Sementara bagi keluarga yang memiliki anak SD mendapat bantuan Rp450 ribu setahun, SMP Rp750 ribu setahun dan SMA Rp1 juta setahun yang semua pencairannya dilakukan empat tahap, lanjut dia.

Ia menambahkan berdasarkan hasil rapat koordinasi penerima dana program keluarga harapan akan diperluas hingga enam juta jiwa.

Sementara Wali Kota Padang Mahyeldi mengatakan untuk meringankan beban warga kurang mampu pihaknya telah menggratiskan biaya pendidikan mulai dari SD hingga SMA.

"Untuk uang sekolah hingga uang pembangunan di Padang sudah gratis," ujar dia.

Kepala Dinas Sosial Sumbar Abdul Ghafar mengatakan pencairan dana program keluarga harapan dilakukan setiap tiga bulan.

Ada tiga daerah yang masih dalam proses pengajuan yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Bukittinggi, Padang Panjang dan Sawahlunto karena angka kemiskinan di daerah itu rendah, kata dia. ***

Sumber : antaranews.com
Kategori : Padang, Pemerintahan

Loading...
www www