Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
7 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Kesehatan
21 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
3
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
23 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
4
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
4 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
5
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
3 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
6
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
4 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

BI Akan Jadikan Payakumbuh Sebagai Penyangga Cabai Sumbar

BI Akan Jadikan Payakumbuh Sebagai Penyangga Cabai Sumbar
Senin, 10 Agustus 2015 22:51 WIB
Penulis: .
PAYAKUMBUH, GOSUMBAR.COM - Guna menekan inflasi Provinsi Sumatera Barat, Bank Indonesia (BI) berencana menjadikan Kota Payakumbuh sebagai daerah penyangga cabai.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Payakumbuh Benni Warlis di Payakumbuh, Senin (10/8/2015), mengatakan, menyambut baik keingingan BI tersebut dan segera menindaklanjuti.

"Tidak ada batasan jumlah areal tanam. Untuk itu, jajaran Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) diminta membudidayakan cabai dan jenis sayur-sayuran lainnya," kata dia.

Ia mengatakan, BI akan membina dan membimbing para petani dalam membudidayakan tanaman tersebut, mulai dari awal hingga akhir. Tahap awal, Kelompok Tani Bina bersama Kelurahan Koto Baru Payobasung Kecamatan Payakumbuh Timur, menjadi percontohannya.

"Ke depan, kami akan mendorong kelompok tani yang lain untuk mengembangkan tanaman hortikultura tersebut," kata dia.

Kemudian, BI juga akan memberikan bantuan teknis serta sarana dan prasarana dalam membudidayakan tananam tersebut, termasuk modal, apabila kelompok tani membutuhkannya.

"Jika butuh modal, BI akan memfasilitasinya dengan perbankan. Jadi petani tidak perlu meragukannya," kata dia.

Sementara itu, kata dia, jika kelompok tani terkendala dengan sumber daya manusia dan tekhnologi pertanian maka BI juga akan mendatangkan ahli pertanian dari Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP) Suka Rami Solok, untuk memberikan pembinaan dalam mengembangkan tanaman tersebut.

Benni menambahkan, pihak BI juga akan membantu memasarkan hasilnya ke beberapa provinsi dan pasar modern lainnya, menginngat kelangkaan cabe dan sayur-sayuran menjadi penyebab inflasi di Sumbar.

"Program tersebut akan berlangsung selama tiga tahun ke depan," kata dia.

Salah seorang petani di Payakumbuh Masri menyambut baik langkah tersebut. Ia mengatakan, lemahnya motivasi masyarakat untuk menanam cabe dikarenakan kekurangan modal.

"Menanam cabai membutuhkan banyak modal, sedangkan para petani tidak memiliki uang untuk itu," kata dia. (ant)

Sumber : skalanews.com
Kategori : Payakumbuh, Pemerintahan

Loading...
www www