Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
7 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Kesehatan
20 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
3
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
22 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
4
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
4 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
5
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
3 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

4.300 Anjing di Pesisir Selatan Dimusnahkan, Ini Penyebabnya

4.300 Anjing di Pesisir Selatan Dimusnahkan, Ini Penyebabnya
ilustrasi
Sabtu, 15 Agustus 2015 16:04 WIB
Penulis: Hermanto Ansam
PAINAN, GOSUMBAR.COM - Sedikitnya 4.300 anjing sudah dimusnahkan dari Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Jumlah itu akan terus ditingkatkan karena pada tahun 2015, ada 8.000 anjing yang ditargetkan tak boleh lagi hidup di kabupaten ini.

Kepala Dinas Peternakan Pesisir Selatan Nuzirwan di Painan, Sabtu (15/8/2015), mengatakan pemusnahan anjing liar di kabupaten itu dilakukan dengan peracunan.

Hal itu disebabkan karena perkembangan anjing di kabupaten itu cukup tinggi. Diprediksi populasinya mencapai 16 ribu ekor per tahun, tersebar di 15 kecamatan yang ada, termasuk anjing liar dan peliharaan.

Sebanyak 14 ribu ekor dari jumlah itu adalah jenis betina. Populasi terbanyak dari 15 kecamatan yang ada di kabupaten itu terdapat di Kecamatan Sutera yakni sekitar 3 ribu ekor.

Target eliminasi pada tahun 2015 sebanyak 8 ribu ekor di seluruh wilayah kabupaten itu. Pada tahun lalu (2014) pemkab juga menargetkan eliminasi anjing liar sebanyak 8 ribu ekor. Dari target itu pemkab melalui petugas di lapangan berhasil mengeliminasi anjing liar sebanyak 7.720 ekor.

Seperti biasa, kegiatan eliminasi dilaksanakan tiga kali dalam setahun di seluruh wilayah kabupaten itu. Sedangkan bagi anjing peliharaan atau anjing berburu, pemkab berupaya mengantisipasi penyebaran penyakit rabies dengan melakukan vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan Syahrizal Antoni mengatakan, sepanjang tahun 2014 terdapat sekitar 83 kasus gigitan anjing terhadap masyarakat.

Dari uji labor yang dilakukan terhadap tiga orang masyarakat yang digigit anjing liar, satu orang diantaranya dinyatakan positif rabies. (ant)

Sumber : sinarharapan.co
Kategori : Pesisir Selatan, Pemerintahan

Loading...
www www