Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Amerika Chaos, MPR Minta KBRI Lindungi WNI
GoNews Group
11 jam yang lalu
Amerika Chaos, MPR Minta KBRI Lindungi WNI
2
Kapolres: Hasil Swab Personel Polres Sijunjung Negatif Covid-19
Sijunjung
13 jam yang lalu
Kapolres: Hasil Swab Personel Polres Sijunjung Negatif Covid-19
3
Polisi Panggil Sejumlah Saksi Dugaan Pencemaran Nama Baik Ketua KPU Sumbar
Sumatera Barat
13 jam yang lalu
Polisi Panggil Sejumlah Saksi Dugaan Pencemaran Nama Baik Ketua KPU Sumbar
4
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
14 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
5
Bertambah 467, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air Hampir 27 Ribu
Kesehatan
11 jam yang lalu
Bertambah 467, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air Hampir 27 Ribu
6
Indonesia Buktikan Pancasila Kuatkan Masyarakat di Tengah Pandemi
GoNews Group
11 jam yang lalu
Indonesia Buktikan Pancasila Kuatkan Masyarakat di Tengah Pandemi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Pawai Sejarah Meriahkan Hari Jadi Kota Padang

Pawai Sejarah Meriahkan Hari Jadi Kota Padang
Peserta pawai memainkan Pupuik Batang Padi, alat tiup tradisional saat berlangusngnya Festival Siti Nurbaya di Padang, Sumatera Barat, 22 Mei 2015.
Sabtu, 08 Agustus 2015 19:06 WIB
Penulis: .
PADANG, GOSUMBAR.COM - Peringatan hari ulang tahun Kota Padang ke-346 dimeriahkan pawai telong-telong atau lampion, Kamis malam, 6 Agustus 2015. Pawai bersejarah itu dilakukan sebelum rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Jalan Sawahan, Padang, Jumat, 7 Agustus 2015.

Pawai ini diawali dengan pelepasan telong-telong ke udara oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah di Pantai Padang.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan telong-telong merupakan lampu yang disengaja digunakan pejuang untuk mengalahkan Belanda di Muaro Padang pada peristiwa heroik 7 Agustus 1669. Saat itu masyarakat Pauh dan Kuranji melawan VOC, yang menindas rakyat dengan sistem monopoli dagang, untuk merebut loji-loji Belanda. "Telong-telong ini strategi pejuang kita agar dianggap ramai," ucapnya, Kamis, 6 Agustus 2015.

Malam itu, Belanda tak menduga akan diserang. Sebab, mereka mengira rakyat hanya menggelar pawai tradisi biasa. Namun tiba-tiba rakyat menyerbu dan memporak-porandakan loji-loji Belanda.

Dengan kebersamaan dan kecerdasan masyarakat Minangkabau itulah, tutur Mahyeldi, loji-loji itu akhirnya bisa direbut. Semangat perjuangan itu yang mesti menjadi teladan. "Kita akan mampu membangun negara dan kota ini dengan bersatu," katanya.

Sesuai dengan Surat Keputusan Wali Kota Madya Padang Nomor 188.452.25/SK-ESK/1986, peristiwa tersebut dijadikan sebagai tanggal dan tahun jadinya Kota Padang. Jadi, pada 7 Agustus 2015, Kota Padang berusia 346 tahun.

Pantauan Tempo sebagaimana dikutip GoSumbar.com, pawai ini diikuti masyarakat dari sebelas kecamatan di Kota Padang. Masing-masing kecamatan menampilkan berbagai pertunjukan. Misalnya penampilan teatrikal perjuangan menangkap penjajah Belanda. Mereka juga menghias kendaraan dengan berbagai bentuk. Ada juga yang menghiasi kendaraannya dengan atribut telong-telong. ***

Sumber : tempo.co
Kategori : GoNews Group, Umum, Padang

Loading...
www www