Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
19 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
16 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
16 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
15 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
12 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
6
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Kesehatan
14 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Rusli Zainal: Penjaraku adalah Surgaku

Rusli Zainal: Penjaraku adalah Surgaku
Rusli Zainal
Kamis, 16 Januari 2014 19:59 WIB

PEKANBARU, GORIAU.COM - Sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (16/1/2014), Rusli Zainal sempat bercerita soal pengalamannya tinggal di penjara. Menurut mantan Gubernur Riau ini, justru selama di penjara ia malah banyak menjalankan ibadah.

''Dalam penjara, ibadah saya semakin lengkap. Saya selalu melaksanakan salat tahajud, salat duha, salat fajar dan salat wajib itu sudah pasti. Bahkan perbuatan yang menimbulkan dosa pun bisa terhindar," kata Rusli di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (16/1/2014).

Rusli Zainal menganggap Rutan Kulim sekarang sebagai surganya. ''Kalau dulu rumahku adalah surgaku, sekarang penjaraku adalah surgaku,'' ucap Rusli sambil tersenyum.

Selama menjalani masa tahanan, Rusli mengaku ikhlas menerimanya. Namun Rusli tetap menolak dinyatakan telah bersalah dalam kasus kehutanan dan suap PON yang disangkakan KPK.

''Dalam kasus kehutanan, saya hanya menerima nota dinas dari Syuhada Tasman (mantan Kadis Kehutanan Riau). Isinya nota dinas itu menyatakan bahwa sudah sesuai dengan ketentuan berlaku, makanya saya tanda tangan,'' kilahnya.

Rusli juga membantah terkait keiikutsertaannya dalam kasus suap PON. Ia menegaskan, tidak pernah memberi perintah kepada mantan Kadispora Riau Lukman Abbas menuruti permintaan uang anggota DPRD Riau.

''Kan sudah bisa dari beberapa saksi yang hadir dalam sidang. Saya tidak pernah memberi perintah itu. Lukman juga mengakuinya, dan saya sempat marah saat itu," imbuh Rusli.

Terkait aliran dana ke anggota DPR Fraksi Golkar Kahar Muzakkir senilai Rp 9 miliar, Rusli juga mengaku tidak tahu. "Bagaimana saya memerintahkan, nomor Kahar saja saya tidak punya," jelasnya. ***

Editor : Indriani Sanusi
Sumber : merdeka.com
Kategori : Umum, GoNews Group

Loading...
www www