Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
21 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
9 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
8 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
9 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
6
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
3 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Waduh, Raja Adnan Minta Rusli Zainal Dihukum Mati Biar Pejabat Riau Jera

Waduh, Raja Adnan Minta Rusli Zainal Dihukum Mati Biar Pejabat Riau Jera
Rusli Zainal
Senin, 04 November 2013 22:18 WIB
Penulis: Hermanto Ansam

PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski sebagian masyarakat Riau memuji kerja Gubernur Riau HM Rusli Zainal, namun tidak untuk aktifis anti korupsi seperti Raja Adnan. Direktur Eksekutif Indonesia Monitoring Development (IMD) itu, meminta hakim Tipikor Pekanbaru memberi hukuman seberat-beratnya, bahkan kalau bisa hukuman mati.

''Biar ada efek jera bagi seluruh pejabat Riau, sebaiknya dihukum mati saja. Kalau ini bisa dilaksanakan, saya yakin semua pejabat di Riau tidak akan berbuat sama, paling tidak akan menjauh dari tindak korupsi,'' ujar Adnan kepada GoRiau.com, Senin (4/11/2013).

Dikatakannya, kalau bisa hakim memberikan hukuman maksimal itu, akan memberikan sejarah baru dalam pemberantasan korupsi di Provinsi Riau. ''Ini akan jadi momentum memberangus korupsi yang sudah merugikan negara dan rakyat,'' tegasnya.

Seperti diketahui, Rusli Zainal ditahan KPK di Rutan KPK sejak Jumat (14/6/2013) lalu. Rusli ditahan terkait kasus dugaan korupsi pengesahan Rencana Kerja Tahunan (RKT) kepada 12 perusahaan di Kabupaten Pelalawan, Riau, yang diduga mengakibatkan kerugian negara Rp500 miliar hingga Rp3 triliun.

Selain itu, Rusli juga menjadi tersangka dugaan suap revisi Perda PON XVIII Riau. KPK menemukan dua alat bukti dugaan Rusli menerima suap yang diberikan konsorsium pembangunan stadion lapangan menembak.

Kedua konsorsium itu adalah PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan (PP). Berikutnya, Rusli juga diduga menyuap anggota DPRD Provinsi Riau, guna memuluskan pembahasan Perda Nomor 6 Tahun 2010 terkait pembangunan venue lapangan tembak PON tahun 2012 di Riau. ***

Kategori : Umum, GoNews Group

Loading...
www www