10 Pesepakbola Asia Termahal Sepanjang Masa

10 Pesepakbola Asia Termahal Sepanjang Masa
Selasa, 30 Mei 2017 11:31 WIB
Setelah dulunya hanya dilihat sebagai alat marketing semata, para pemain Asia sekarang telah menjadi figur penting di sepakbola Eropa. Beberapa pemain dalam daftar 50 Pemain Terbaik Asia kami tahun ini termasuk juga dalam daftar pemain termahal di sepakbola Eropa sepanjang masa.

Dan di sini, kami menyajikan 10 transfer termahal yang melibatkan pemain Asia.

10. Park Ji-sung: PSV Eindhoven ke Manchester United, 2005 – €5 juta

Park mulai terkenal di Piala Dunia 2002, di mana ia membawa Korea Selatan menempati peringkat empat yang bersejarah di turnamen ini. Ia kemudian menuju ke PSV Eindhoven di Belanda.

Pada semifinal Liga Champions tahun 2005 melawan AC Milan, Park membuat Eropa kagum dengan penampilannya – ia mampu membuat lini belakang lawan yang dihuni oleh Paolo Maldini dan Alessandro Nesta kerepotan di sepanjang laga.

Walaupun timnya kalah, Park menarik perhatian Manchester United dan pindah ke Inggris tak lama kemudian.

Selama tujuh tahun kariernya di Inggris, ia meraih empat gelar juara Premier League dan satu kali juara Liga Champions di antara sederet gelar lainnya dan mengakhiri karirnya sebagai pemain Asia paling sukses di Eropa.

9. Harry Kewell: Leeds United ke Liverpool, 2003 – €6 juta

Angka transfernya sebetulnya bisa lebih tinggi lagi karena ia adalah salah satu pemain sayap kiri terbaik di Premier League saat bermain untuk Leeds United dan meraih gelar pemain muda terbaik dan masuk dalam tim terbaik PFA tahun 2002.

Namun karena degradasi, Leeds kehilangan kekuatan untuk bernegosiasi dan memutuskan untuk menjual salah satu aset paling berharga mereka dengan harga rendah ke Liverpool.

Karier Kewell di Anfield tidak pernah menyentuh potensi maksimal yang ia miliki dan harapkan, dengan masalah cedera terus menghantui. Ia bagian dari malam yang ajaib di Istanbul saat Liverpool melakukan kebangkitan yang luar biasa dan mengalahkan AC Milan di final Liga Champions tahun 2005, namun ia tertatih keluar sebelum babak pertama berakhir setelah diberi kesempatan menjadi starter oleh Rafael Benitez.

Setelah itu, kariernya berlanjut di Galatasaray, Qatar, dua tim di A-League Australia, sebelum akhirnya memutuskan pensiun di usia 35 tahun.

8. Mat Ryan: Club Brugge ke Valencia, 2015 – €6,3 juta

Ryan bermain di Eropa untuk pertama kalinya dengan Club Brugge di Belgia setelah tampil mengesankan bersama Central Coast Mariners di negara kelahirannya.

Pesepakbola Australia ini muncul sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di liga tertinggi di Belgia, dan memenangi gelar kiper terbaik dalam dua musim secara beruntunt dan juga Piala Belgia 2015. Valencia tertarik mendatangkannya ke La Liga, dan iapun menandatangani kontrak selama enam tahun untuk pindah ke Spanyol.

Tapi masalah cedera dan performa bagus sesama penjaga gawang Valencia, Diego Alves, membuat Ryan hanya digunakan di kompetisi selain liga saja. Keputusan kemudian diambil untuk meminjamkannya ke Genk di Belgia, dengan harapan pemain 25 tahun ini mendapatkan waktu bermain dan pengalaman yang lebih banyak.

7. Ki Sung-yueng: Glasgow Celtic ke Swansea, 2012 – €8,2 juta

Bintang Korea Selatan ini pelan-pelan membuktikan bahwa ia bisa beradaptasi dari sepakbola Korea Selatan ke sepakbola Eropa, dengan membantu Celtic menjuarai Piala dan Liga Skotlandia sebelum Swansea datang merekrutnya.

Pada musim perdananya, musim 2012/13, ia membantu Swansea meraih trofi perdana mereka saat mengalahkan Bradford City 5-0 di Wembley pada final Piala Liga.

Pada musim selanjutnya, ia dipinjamkan ke Sunderland dan membantu mereka lolos ke final Piala Liga, di mana mereka kalah dari Manchester City, dan memastikan mereka tetap berada di Premier League untuk musim berikutnya.

Dengan musim yang sebagus itu, Swansea pun memanggilnya kembali dan ia pun tetap menjadi salah satu pemain inti mereka hingga sekarang, dan membantu mereka lolos dari ancaman degradasi musim ini.

6. Mark Viduka: Celtic ke Leeds United, 2000 – €8,5 juta

Jika transfer ini terjadi di masa-masa sekarang, tentu saja harga mesin gol yang satu ini akan jauh lebih tinggi, walaupun tetap saja angka ini cukup lumayan di tahun 2000 silam.

Viduka memperkenalkan dirinya ke sepakbola Eropa di Skotlandia bersama Celtic, meraih gelar pemain terbaik liga pada musim penuh perdananya. Bos Leeds, David O’Leary, dengan cepat mendatangkannya untuk memperkuat lini serang mereka.

Kariernya di Leeds United bisa dibilang yang masa paling produktif sepanjang karirnya, di mana ia berkombinasi dengan sangat baik dengan Alan Smith dan rekan senegaranya dari Australia, Harry Kewell. Pertandingan paling mengesankan yang ia jalani adalah saat ia secara luar biasa menciptakan empat gol dalam kemenangan 4-3 atas Liverpool.

Leeds muncul sebagai salah satu tim terbaik di Inggris dan sempat lolos ke semifinal Liga Champions tahun 2001, namun klub ini kemudian dihantam masalah finansial dan satu per satu pemain kunci mereka harus dijual untuk membayar hutang.

Seorang pemain kunci untuk tim nasional, dan berperan penting dalam kesuksesan brilian Australia di Piala Dunia 2006, Viduka kemudian bermain untuk Middlesbrough – dan membantu mereka lolos ke final Piala UEFA – dan Newcastle sebelum pensiun di usia 34 tahun.

5. Keisuke Honda: VVV-Venlo ke CSKA Moscow, 2000 – €9 juta

Honda adalah pemain kesayangan para fans di klub Belanda, VVV-Venlo, klub Eropa pertamanya di taun 2007. Para fans menjulukinya ‘Keiser Keisuke’ atau Raja Keisuke, yang menunjukkan kekaguman mereka pada pemain bintang asal Jepang ini.

Raksasa Rusia, CSKA Moskow, kemudian datang dua musim kemudian dan memberikannya kesempatan untuk mencicipi Liga Champions.

Ia menciptakan gol ke gawang Sevilla dengan tendangan bebas yang indah pada babak 16 besar musim 2010/11, di pertandingan keduanya dalam kompetisi paling bergengsi ini.

Ia membantu klub Rusia ini meraih gelar juara liga dan Piala Liga sebelum pindah ke AC Milan di Serie A pada tahun 2014, di mana ia bertahan hingga saat ini.

4. Shinji Okazaki: Mainz ke Leicester City, 2015: €9,5 juta

Striker Jepang ini menunjukkan bahwa ia sanggup bermain di kompetisi besar Eropa saat menciptakan 27 gol dari 65 pertandingan di Bundesliga untuk Stuttgart dan Mainz setelah pindah dari klub perdananya Shimizu S-Pulse di Jepang.

Leicester City kemudian memutuskan untuk membawa dirinya ke Premier League dan ia berperan penting dalam perjalanan The Foxes yang layaknya dongeng ketika meraih juara liga di musim 2015/16 silam, di mana ia bermain 36 kali di bawah Claudio Ranieri.

Musim ini, Okazaki tetap menjadi salah satu pemain inti di klubnya dan berperan dalam perjalanan impresif The Foxes di Liga Champions, di mana mereka lolos ke perempat final sebelum akhirnya kalah dari Atletico Madrid.

3. Shinji Kagawa: Borussia Dortmund ke Manchester United, 2012 – €16 juta

Secara mengejutkan, karir sepakbola Kagawa dimulai begitu dini – ia mendapatkan kontrak profesional pertamanya dari Cerezo Osaka saat masih SMA.

Ia kemudian mendapatkan perhatian dunia saat bergabung dengan Borussia Dortmund pada tahun 2010. Pada dua musim perdananya di Signal Iduna Park, Kagawa menjuarai liga dua kali, meraih gelar ganda di tahun 2012, dan kemudian menjadi incaran banyak klub besar di seluruh Eropa.

Manchester United memenangi persaingan ini, mendatangkan dirinya dengan harga €16 juta, dan Kagawa kemudian menjadi pemain Asia pertama yang menciptakan hattrick di Inggris dalam perjalanan timnya meraih gelar Premier League di musim pertamanya di Old Trafford.

Setelah Sir Alex Ferguson pensiun, David Moyes memutuskan pemain bintang Jepang ini tidak masuk dalam rencana jangka panjangnya dan di tahun 2014, Kagawa memutuskan untuk kembali ke Dortmund.

2. Hidetoshi Nakata: Roma ke Parma, 2001 – €26 juta

Memulai karirnya di Jepang pada pertengahan tahun 1990-an, Nakata pindah ke Perugia dan kemudian ke Roma, di mana ia sebagian besar hanya digunakan sebagai pemain pelapis untuk sang mega bintang, Francesco Totti.

Ia tampil bagus setiap kali ada kesempatan, membantu timnya meraih gelar scudetto di musim 2000/01, di mana ia menciptakan gol indah untuk membantu Roma mendapatkan hasil imbang yang sangat penting melawan Juventus pada akhir-akhir musim.

Angka transfernya pun, jauh lebih tinggi dibandingkan banyak pemain pengganti lainnya dan ia sangat ingin membuktikan diri bahwa ia mampu menciptakan perbedaan dan layak untuk menjadi pemain yang lebih dari sekadar bayangan Totti saat ia pindah ke Parma.

Nakata membantu Parma menjuarai Coppa Italia di musim pertamanya, namun penampilannya secara keseluruhan tidak memenuhi ekspektasi yang begitu tinggi, terutama karena sering diganggu masalah cedera.

Nakata menghabiskan dua musim di Parma sebelum pindah ke Bolton di Inggris dan kemudian pensiun di usia yang cukup muda: 29 tahun.

1. Son Heung-min: Bayer Leverkusen ke Tottenham Hotspur, 2015 – €30 juta

Bukannya memulai karirnya di tanah air sendiri, Son menjalani langkah karier yang lebih sulit, dengan memulai kariernya dari tim junior Hamburger di Jerman, lalu berlanjut ke tim cadangan, dan akhirnya menembus tim utama.

Bakatnya membawa dirinya ke Bayer Leverkusen di tahun 2013 dan ini adalah pertama kalinya ia bermain di Liga Champions, di mana ia tampil sangat baik sehingga harganya di bursa transfer meningkat pesat.

Setelah menjadikan dirinya bintang dan kesayangan para fans di Leverkusen, Tottenham menebusnya dengan angka yang besar, €30 juta, untuk mendatangkan “Cristiano Ronaldo dari Korea” ini.

Setelah membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi dengan sepakbola Inggris, Son pun mengeluarkan penampilan terbaiknya musim ini, memenangi dua gelar Pemain Terbaik Bulanan di Premier League dan menciptakan beberapa gol penting di musim hebat yang dijalani Spurs.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:Four Four Two
Kategori:Soccer
wwwwww