Loading...
Home >  Artikel >  SerbaSerbi

446 Penumpang dan Kru Diamond Princess Terinfeksi Virus Corona, 3 Warga Indonesia

446 Penumpang dan Kru Diamond Princess Terinfeksi Virus Corona, 3 Warga Indonesia
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan keterangan kepada wartawan. (sindonews.com)
Selasa, 18 Februari 2020 18:27 WIB
JAKARTA - Tiga dari 78 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai awak di kapal pesiar Diamond Princess dinyatakan positif terinfeksi virus corona

Dikutip dari sindonews.com, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, data itu ia dapatkan saat melakukan pertemuan dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii.

''Berdasarkan komunikasi terakhir, termasuk pembicaraan dengan Duta Besar Jepang, maka diperoleh info bahwa tiga dari 78 WNI yang menjadi kru kapal dinyatakan terkonfirmasi (terinfeksi virus Covid-19). Tiga WNI tersebut adalah bagian dari total 446 orang yang saat ini dinyatakan terkonfirmasi,'' terang Retno.

''Dapat saya sampaikan bahwa total orang yang ada di dalam kapal tersebut jumlahnya adalah 3.711, yang terdiri dari 2.666 penumpang, sementara kru 1.045 dari 56 negara,'' sambungnya, Jakarta, Selasa (28/2/2020).

Retno kemudian menuturan bahwa dari tiga WNI yang sudah dinyatakan terkonfirmasi terinfeksi virus tersebut, dua di antaranya dibawa ke rumah sakit di kota Chiba, sementara satu lainnya sedang menjalani proses untuk menuju ke rumah sakit.

''Sehingga per detik ini saya belum dapat menyampaikan satu WNI itu dibawa ke rumah sakit mana,'' ujarnya.

Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Tokyo, kata Retno, saat ini sudah berada di Chiba. Mereka berada di Chiba untuk memastikan WNI tersebut mendapatkan penanganan yang baik dari otoritas di Jepang.

KBRI juga terus melakukan komunikasi dengan para WNI yang menjadi kru di dalam kapal.

''Kemarin saya melakukan komunikasi per telepon dengan kru kita, WNI kita yang jadi kru di kapal tersebut. Kita sampaikan mengenai perhatian pemerintah yang besar termasuk menyampaikan pembicaraan yang terus kita lakukan dengan otoritas Jepang,'' tukasnya.***

Editor : hasan b
Sumber : sindonews.com
Kategori : SerbaSerbi

Loading...
www www