Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Peristiwa
5 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
20 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
3
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
21 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
4
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
20 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
5
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
Politik
20 jam yang lalu
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
6
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
5 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Pilot Tahan dan Bentak-bentak Penumpang Satu Keluarga, Garuda Minta Maaf

Pilot Tahan dan Bentak-bentak Penumpang Satu Keluarga, Garuda Minta Maaf
Pesawat Garuda Indonesia. (int)
Selasa, 07 Januari 2020 20:58 WIB
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memohon maaf terkait tindakan arogan pilot terhadap penumpang pesawat GA 404 rute Jakarta - Denpasar pada Sabtu (4/1/2020).

Dikutip dari merdeka.com, Plt Direktur Utama Garuda Indonesia Fuad Rizal, mengatakan, selain minta maaf, pihaknya juga sedang melakukan investigasi terkait kasus tersebut.

''Saat ini, Garuda Indonesia sedang melakukan investigasi atas pilot dimaksud untuk mengetahui lebih lanjut dugaan apakah yang bersangkutan telah melampaui kewenangannya ketika bertugas sesuai prosedur,'' ujar Fuad Rizal, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (7/1).

Fuad menyatakan, Garuda Indonesia akan terus melakukan komunikasi dengan penumpang yang dimaksud dan berupaya menyelesaikan masalah sebaik-baiknya.

Fuad menegaskan, Garuda Indonesia tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi atau data penumpang maupun informasi apa pun terkait insiden ini kepada publik.

''Kami juga menyesalkan beredarnya data pribadi penumpang dan keluarga, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Dapat kami pastikan bahwa hal tersebut bukan berasal dari Garuda Indonesia,'' tegasnya.

Sebelumnya, salah satu penumpang kelas bisnis Garuda Indonesia menceritakan pengalaman tidak menyenangkannya ketika terbang bersama maskapai pelat merah ini. Dirinya dan sang suami dituduh menghina Garuda dengan sebutan tidak pantas serta mendapat kata-kata arogan dari kapten pilot yang membawa pesawat saat itu.

Cerita Penumpang Ditahan Pilot Arogan Viral

Cerita ini dibagikan melalui media sosial Twitter @jesswjk atau Jessica. Dikutip pada Senin (6/1/2020), Jessica mengungkapkan dirinya sedang menumpangi pesawat Garuda GA404 bersama suami, tiga orang anak, dan dua pengasuhnya.

Sebelum mendarat, anak sulungnya hendak buang air besar. Memang saat itu, kapten pesawat telah memerintahkan seluruh penumpang untuk memasang sabuk pengaman.

Sang suami berinisiatif meminta izin, tapi pramugari yang melayani mereka tidak mengizinkannya karena alasan keamanan.

''Terus suami gue patuh dong. Duduk kembali. That's fine, terus anak gue mengeluh sakit perut (he held it in though! What a camp), suami gue jadi panik sendiri + ngedumel (INI NGEDUMEL KE GUE LHO YA!! IN HIS SEAT!!) tentang Garuda ke gue. Ya menurut gue wajar, lha dia concerned tentang anaknya,'' tulis Jessica.

Singkat cerita, Jessica dan keluarganya berhasil mendarat dengan selamat dan mereka menunggu di lounge. Namun saat tengah pergi dari lounge, petugas menahan mereka dengan alasan sang kapten pilot Garuda Indonesia ingin berbicara dengan mereka.

''Nah di sini gue curiga, karena di depan lounge udah ngumpul sekitar 7-8 petugas AvSec dan Gapura (ground handling-nya Garuda), 3 orang pilot dan 6 orang pramugari. Karena gue bingung, jadi gue request orangtua gue untuk duluan jalan keluar, kita kan nggak tau ya ada apaan,'' lanjutnya.

Mengeluarkan Kata-kata Arogan

Tak lama, Jessica mendapati kapten pesawat yang ditumpanginya datang dan mengeluarkan kata-kata yang arogan.

''Captainnya berujar lagi, 'Ni tahan semua orang nih!' ke Avsec. Gue makin bingung dong, gila gue uda bayar premium kenapa diperlakukan seperti penjahat TANPA ALASAN YANG JELAS. Suami gue bilang lagi, 'ini ada apa ya','' tambahnya.

Sang suami yang tidak tahu menahu, kembali dibentak oleh sang kapten yang menanyakan apa yang telah diucapkan saat menghina Garuda.

''Suami gue bilang, Hah? Kapan kita menghina Garuda? Apa buktinya? Coba tunjukin ke saya.'' Captain-nya bikin gesture manggil ke arah pramugari yang bergerombol di depan, lalu pramugari yang serving kami di business class dateng. Pramugarinya bilang, 'Saya denger bapak blg garuda tai','' lanjut Jessica.

Dilaporkan ke Pemegang Saham, Pilot Kabur

Mendadak sontak, Jessica dan suaminya naik pitam. Dirinya menyatakan memiliki relasi dengan pemegang saham Garuda dan mengancam kapten tersebut jika masih menahan dirinya dengan arogan.

Tak lama mendengar hal itu, sang kapten langsung pergi meninggalkan Jessica. Saat Jessica hendak meminta nama kapten tersebut, tidak ada satu orang pun yang mau memberi tahu namanya.

Dalam kicauannya, Jessica juga melampirkan surat keterangan dari Garuda yang menudingnya sebagai penghina maskapai tersebut.***

Editor : hasan b
Sumber : merdeka.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www