Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Usung 'Sumangaik Baru', Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
Politik
17 jam yang lalu
Usung Sumangaik Baru, Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
2
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
Pasaman Barat
17 jam yang lalu
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
3
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
18 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
4
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
17 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
5
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
Kesehatan
23 jam yang lalu
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
6
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
GoNews Group
4 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Sistim Penilaian Kinerja Diubah, PNS Harus Keluar dari Zona Nyaman

Sistim Penilaian Kinerja Diubah, PNS Harus Keluar dari Zona Nyaman
Ilustrasi PNS. (int)
Sabtu, 07 Desember 2019 20:58 WIB
JAKARTA - Sistim penilaian kinerja pegawai negeri sipil (PNS) diubah. Dengan sistim baru ini, PNS Harus Keluar dari zona nyaman menuju zona kompetitif.

Dikutip dari okezone.com, Kepala Bagian Perencanaan Kinerja Plh Sekretaris Deputi Aparatur Negara Adi Junjunan Mustafa mengungkapkan hal itu dalam acara Polemik MNC Trijaya dengan tema ''Meracik Pegawai Super'', di Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

''Dengan lahir PP 30 2019, di mana konsep ini ingin menggeser bekerja kita dari rule base yang bekerja sesuai aturan ke perfomance base,'' ungkapnya.

Dikatakannya, selama ini sistem penilaian PNS tidak bedasarkan kinerja, tetapi hanya didasari aturan. Hal ini membuat PNS yang rajin dan tidak rajin mendapat nilai yang sama karena sesuai aturan.

''Dengan adanya peraturan perfomance base, pegawai harus bisa keluar dari zona nyamannya menuju zona yang lebih kompetitif lagi agar mendapatkan suatu hadiah dalam bekerja,'' ujarnya.

Menurut Adi, hal ini dilakukan agar para pegawai bisa mengukur sejauh mana kinerja mereka selama ini. Seperti halnya para penggiat SDM di biro SDM dan lain-lain, mereka sudah mulai bergerak ke arah bagaimana cara mengukur kinerja mereka.

Pada tahun 2024, pemerintah akan mengubah kinerja birokrasi menjadi kinerja yang berkelas dunia, dengan menyiapkan SDM yang berkualitas.

''Kita telah berhitung antara teman-teman milenial dan pra milenial, kira-kira akan dibagi masing-masing 50% dalam hal SDM.'' tambahnya.***

Editor : hasan b
Sumber : okezone.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www