Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur 'Anu Gede'
Hukum
12 jam yang lalu
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur Anu Gede
2
Setelah Jokowi Kunjungi Mal dan Stasiun, DPR Tanya: Kapan Bapak Kunjungi Masjid?
Politik
17 jam yang lalu
Setelah Jokowi Kunjungi Mal dan Stasiun, DPR Tanya: Kapan Bapak Kunjungi Masjid?
3
Segera Berlakukan New Normal, MPR Minta Empat Provinsi Ini Bersiap Diri
Politik
18 jam yang lalu
Segera Berlakukan New Normal, MPR Minta Empat Provinsi Ini Bersiap Diri
4
TKA China Ngambek, Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
GoNews Group
20 jam yang lalu
TKA China Ngambek, Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
5
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
Politik
15 jam yang lalu
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
6
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan 'New Normal'
Pendidikan
21 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan New Normal
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Setelah Diperkosa Beramai-ramai, Dokter Hewan Dibakar Hingga Hangus

Setelah Diperkosa Beramai-ramai, Dokter Hewan Dibakar Hingga Hangus
Sekelompok perempuan Indonesia melakukan aksi mengutuk kejahatan pemerkosaan yang sering terjadi di negara mereka. (inilah.com)
Rabu, 04 Desember 2019 17:09 WIB
HYDERABAD - Seorang wanita berusia 27 tahun di di Kota Hyderabab, India, diperkosa sekelompok pria, kemudian dibakar hingga tewas dan hangus.

Dikutip dari merdeka.com, jasad wanita yang berprofesi sebagai dokter hewan itu ditemukan di bawah jembatan layang, sekitar satu pekan setelah dirinya terakhir kali dilihat warga. Demikian BBC melaporkan Rabu (4/12/2019).

Hingga kini empat terduga pelaku telah ditangkap polisi.

Meski India memiliki tingkat kasus pemerkosaan dan kejahatan seksual terhadap perempuan sangat tinggi, kasus pemerkosaan dan pembakaran terhadap dokter hewan ini tetap mengejutkan publik.

Pekan lalu, setidaknya terdapat lima kasus pemerkosaan di sejumlah wilayah India yang diberitakan media massa. Salah satu korban adalah bocah perempuan berusia 6 tahun yang tewas setelah dicekik menggunakan tali pinggang sekolahnya.

Di media sosial, para perempuan India menyebut mereka terus-menerus hidup dalam ketakutan dan harus menyesuaikan diri pada realitas sosial: ''selamatkan diri Anda, berpakaianlah secara tepat, jangan berpergian sendirian atau tetap berada di rumah''.

Masyarakat India hidup dalam budaya patriarki. Bukan hal yang ganjil jika perempuan justru disalahkan karena dianggap memicu pelecehan seksual bahkan pemerkosaan.

Para korban kerap dipermalukan karena mengenakan rok atau jins pendek, berpacaran, berada di luar rumah malam hari atau sekedar berbincang melalui ponsel. ***

Editor : hasan b
Sumber : inilah.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www