Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kisah Mualaf Uskup Agung yang Menggemparkan, Rumahnya Dibom Saat Ibadah Haji dan 3 Bayinya Terbunuh
Feature
20 jam yang lalu
Kisah Mualaf Uskup Agung yang Menggemparkan, Rumahnya Dibom Saat Ibadah Haji dan 3 Bayinya Terbunuh
2
Jokowi Sudah Teken PP Gaji ke-13 PNS, Paling Lambat Cair Pekan Depan, Ini Besarannya
Nasional
9 jam yang lalu
Jokowi Sudah Teken PP Gaji ke-13 PNS, Paling Lambat Cair Pekan Depan, Ini Besarannya
3
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
GoNews Group
20 jam yang lalu
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
4
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
GoNews Group
21 jam yang lalu
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
5
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
GoNews Group
21 jam yang lalu
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
6
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
GoNews Group
20 jam yang lalu
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Ratusan Korban Banjir di Solok Selatan Terserang Penyakit, Sebagian Balita dan Anak-anak

Ratusan Korban Banjir di Solok Selatan Terserang Penyakit, Sebagian Balita dan Anak-anak
Petugas medis memeriksa kesehatan bocah korban banjir di Solok Selatan. (kompas.com)
Selasa, 03 Desember 2019 17:41 WIB
ARO SUKA - Kondisi ratusan warga korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, sangat memprihatinkan.

Dikutip dari kompas.com, mereka mulai terserang penyakit. Sebagian diantara korban banjir yang sakit tersebut merupakan balita dan anak-anak.

"Sejak disiagakan pada 23 November lalu hingga kemarin sudah ada 712 warga yang terserang penyakit dan melakukan pengobatan di Puskesmas,'' kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman yang dihubungi Kompas.com, Selasa (3/12/2019).

Mereka terserang penyakit kulit, diare, demam, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), alergi, hipertensi hingga trauma.

Novirman menyebutkan hingga masa tanggap darurat, pihaknya terus menyiagakan petugas selama 24 jam di Puskesmas Muara Labuh, Pakan Rabaa, Pakan Salasa dan Lubuk Gadang.

Selain itu, sebanyak 10 petugas disiagakan di dua posko pengungsian di Balai Adat Pakan Rabaa dan Simpang Salak, mulai dari tenaga dokter, perawat hingga sanitarian.

''Selain itu, kita juga dibantu oleh tim trauma healing dari Universitas Andalas untuk mengembalikan psikologi korban bencana,'' kata Novirman.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, akhirnya menetapkan status tanggap darurat akibat bencana banjir selama 14 hari, terhitung mulai Jumat (22/11/2019).

Banjir terparah merendam empat kecamatan yakni Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu dan Sangir, Pauh Duo.

Akibatnya, 6.197 orang mengungsi, 1.952 rumah terendam, 26 rumah warga serta 14 bangunan lainnya mengalami kerusakan.***

Editor : hasan b
Sumber : Kompas.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www