Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
GoNews Group
15 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
2
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
Padang
24 jam yang lalu
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
3
Pesantren di Agam Kembangkan Serai Wangi di Lahan Seluas 10 Hektare
Agam
22 jam yang lalu
Pesantren di Agam Kembangkan Serai Wangi di Lahan Seluas 10 Hektare
4
Ombudsman: Jangan Sampai Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Rumitnya PPDB
Pendidikan
21 jam yang lalu
Ombudsman: Jangan Sampai Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Rumitnya PPDB
5
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
GoNews Group
12 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
6
Tes Cepat Covid-19 Bagi PPDP di Solok Selatan Bermasalah
Solok Selatan
21 jam yang lalu
Tes Cepat Covid-19 Bagi PPDP di Solok Selatan Bermasalah
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Pengamat Sebut Tito Ditunjuk Jadi Mendagri karena Sukses Amankan Kepentingan Jokowi Saat Pilpres

Pengamat Sebut Tito Ditunjuk Jadi Mendagri karena Sukses Amankan Kepentingan Jokowi Saat Pilpres
Mendagri Tito Karnavian. (tribunnews)
Jum'at, 25 Oktober 2019 10:04 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam Kabinet Indonesia Maju. Tito dipercaya sebagai Mendagri setelah gagal mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan saat dirinya menjabat Kapolri.

Dikutip dari kompas.com, pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai Jokowi mencoba menyelamatkan Tito atas kegagalannya mengungkap kasus Novel Baswedan.

''Ini juga upaya penyelamatan Pak Tito biar nama beliau menjadi tetap terjaga dengan ketidakberhasilan mengungkap kasus Novel Baswedan,'' kata Bambang ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (24/10/2019).

Seperti diketahui, Polri telah membentuk tim teknis untuk menindaklanjuti temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam mengusut kasus Novel.

Hingga melewati batas waktu yang diberikan Jokowi pada 19 Oktober 2019, kasusnya belum juga terungkap.

Di sisi lain, Bambang juga menilai bahwa pemberian jabatan menteri tersebut merupakan sebuah penghargaan Jokowi kepada Tito.

Menurut Bambang, hal itu ada kaitannya dengan kesuksesan Tito menjamin keamanan selama Pemilu 2019.

''Saya melihatnya ini menjadi reward dari Presiden Jokowi karena Pak Tito berhasil menciptakan rasa aman dalam Pilpres dan Pemilu kemarin,'' ujar dia.

''Menciptakan rasa aman ini juga mempunyai arti lain, dalam arti mengamankan kepentingan Pilpres, kepentingan Pak Jokowi begitu. Makanya ini menjadi reward dari Pak Jokowi ke Pak Tito,'' kata Bambang lagi. 

Jenderal (Pol) Purnawirawan Tito Karnavian telah mengundurkan diri dari keanggotaan Kepolisian RI (Polri).

Pernyataan pengunduran diri tersebut diserahkan ke DPR bersamaan dengan surat Presiden Joko Widodo terkait permintaan pemberhentian Tito sebagai Kapolri.

Kini, Tito telah resmi dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri menggantikan Tjahjo Kumolo. ***

Editor : hasan b
Sumber : kompas.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www