Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Gunakan GPS, Bus Tungga Jaya Tersesat di Tengah Hutan dan Terjepit Pepohonan Besar, Begini Ceritanya

Gunakan GPS, Bus Tungga Jaya Tersesat di Tengah Hutan dan Terjepit Pepohonan Besar, Begini Ceritanya
Bus Sudiro Tungga Jaya dengan nopol AE 7034 UP tersesat di tengah hutan, Sabtu (19/10/2019). (merdeka.com)
Senin, 21 Oktober 2019 08:30 WIB
WONOGIRI - Kalau ada orang tersesat dalam hutan, itu sudah biasa. Tapi, kalau sebuah bus tersesat di tengah hutan, jelas tidak lazim.

Tapi itulah yang terjadi dengan Bus Sudiro Tungga Jaya dengan nopol AE 7034 UP. Bus naas ini tersesat di tengah hutan, Sabtu (19/10/2019) dini hari.

Dikutip dari merdeka.com, bus yang berangkat dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur tersebut akan menuju ke Jakarta melalui kaki Gunung Lawu, di perbatasan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Saat dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, kru bus memutuskan melewati jalur alternatif baru. Mereka menggunakan panduan GPS (global positioning system). Namun bus justru tersesat di hutan Gunung Tunggangan, perbatasan Kecamatan Tirtomoyo dan Jatiroto, Wonogiri. Bus besar tersebut tak bisa berjalan, karena badan jalan terlalu sempit.

Bahkan bodi bus tersangkut di antara pepohonan besar dengan kondisi jalan kecil yang berkelok dan naik turun.

Kisah bus tersesat tersebut sempat viral di akun media sosial sejak diunggah Sabtu (19/10/2019).

Bus yang dikemudikan Saktiawan Aji Suwanto (38), warga Bogor, Jawa Barat itu awalnya menurunkan seluruh penumpang dari Jakarta ke Ponorogo. Mereka kemudian akan kembali ke Baturetno, Wonogiri.

Di tengah perjalanan, bus tersebut tersesat meskipun sudah melalui panduan GPS dan rambu petunjuk arah.

Kasubag Humas Polres Wonogiri Iptu Suwondo membenarkan adanya laporan peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan sopir, bus itu akan berangkat dari Jatiroto menuju Tirtomoyo, Wonogiri.

Namun dikarenakan sopir belum mengetahui medan jalan, dia menggunakan aplikasi maps melalui smartphone sopir. Sopir tersebut kemudian diarahkan melewati jalan melewati bukit tunggangan.

Menurut keterangan sopir, lanjut Suwondo, pada awalnya, jalan yang ia lalui cukup lebar. Namun setelah sampai di posisi atas bukit sopir tersebut baru sadar bahwa jalan yang dilalui tidak cukup untuk bodi bus.

''Bus sudah bisa dievakuasi, setelah berjalan maju mundur berulang kali hingga enam jam. Pukul 12.30 baru bisa teratasi,'' ujar Suwondo, Ahad (20/10).***

Editor : hasan b
Sumber : merdeka.com
Kategori : SerbaSerbi

Loading...
www www