Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Eva Yuliana Kutuk Pembunuhan terhadap Editor MetroTV
GoNews Group
19 jam yang lalu
Eva Yuliana Kutuk Pembunuhan terhadap Editor MetroTV
2
Hj. Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
4 jam yang lalu
Hj. Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
3
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
Peristiwa
5 jam yang lalu
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
4
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
Peristiwa
5 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
5
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
2 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
6
Anthony Sinisuka Ginting Masih Yang Terbaik
GoNews Group
3 jam yang lalu
Anthony Sinisuka Ginting Masih Yang Terbaik
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Menunggu Kiamat, Satu Keluarga 9 Tahun Sembunyi di Ruang Bawah Tanah

Menunggu Kiamat, Satu Keluarga 9 Tahun Sembunyi di Ruang Bawah Tanah
Pemukiman warga di Drenthe. (bbcindonmesia)
Rabu, 16 Oktober 2019 22:14 WIB
DRENTHE - Tujuh orang yang merupakan anggota satu keluarga di Drenthe, Belanda utara, sudah sembilan tahun bersembunyi di ruang bawah tanah. Mereka menunggu datangnya hari kiamat.

Dikutip dari BBC Indonesia, keluarga yang terdiri dari seorang pria berusia 58 tahun dan enam anak-anaknya yang berusia antara 16-25 tahun ditemukan tinggal di ruang bawah tanah sebuah rumah di Drenthe.

Keberadaan keluarga itu terungkap setelah anak laki-laki tertuanya muncul di sebuah bar di desa Ruinerwold dan memesan bir.

Dia mengatakan kepada pelayan bar bahwa dirinya memerlukan pertolongan, demikian dilansir RTV.

Para saksi di dalam bar mengatakan jika pria tersebut terlihat kebingungan.

Menurut laporan media, keluarganya hidup mengasingkan diri karena menunggu kiamat.

''Dia memesan lima gelas bir dan meminumnya. Saya kemudian bercakap-cakap dengannya dan dia mengungkapkan bahwa dirinya melarikan diri dan memerlukan pertolongan,'' kata pemilik bar, Chris Westerbeek.

''Rambutnya panjang, janggutnya kotor, mengenakan pakaian lusuh dan terlihat kebingungan. Dia mengatakan dirinya tidak pergi ke sekolah dan tidak pernah ke tukang pangkas rambut selama sembilan tahun.''

''Dia mengatakan memiliki saudara pria dan perempuan yang tinggal di lahan pertanian. Dia mengatakan dirinya adalah anak tertua dan ingin mengakhiri cara hidup mereka,'' tambahnya.

Mereka kemudian memanggil polisi dan tak lama para petugas mendatangi rumah pertanian terpencil yang ditunjukkan pemuda itu dan memeriksanya.

Di dalam rumah itu, polisi menemukan sebuah tangga tersembunyi di balik lemari ruang duduk yang membawa mereka ke ruang bawah tanah tempat tinggal keluarga itu.

Ruinerwold adalah sebuah desa dengan penduduk kurang dari 3.000 orang. Lahan pertanian berada di luar desa dan dapat diakses dengan menggunakan jembatan di atas kanal.

Pertanian yang sebagian tertutup pepohonan itu juga memiliki lahan sayur dan seekor kambing.

Seorang tetangga mengatakan kepada media Belanda bahwa dirinya hanya pernah melihat seorang pria di sana dan tidak ada anak-anak. Terdapat hewan di lahan pertanian tersebut, seperti angsa dan anjing.

Tukang pos setempat mengatakan tidak pernah mengirim surat ke sana.

''Sebenarnya agak aneh, setelah sekarang saya memikirkannya,'' katanya kepada situs berita Algemeen Dagblad.

Polisi di Drenthe memastikan bahwa seorang pria berumur 58 tahun telah ditahan dan sedang diperiksa karena menolak bekerja sama.

''Kemarin seseorang melaporkan kepada kami (bahwa mereka) mengkhawatirkan keadaan kehidupan orang-orang di sebuah rumah di Buitenhuizerweg di Ruinerwold. Kami pun pergi ke sana,'' tulis polisi dalam twitnya.

''Sejumlah pertanyaan masih belum terjawab,'' kata mereka, sambil menambahkan berbagai cerita mungkin saja terjadi dan penyelidikan sedang dilakukan.

Rumah pertanian dan lahan di sekitarnya sekarang ditutup. Belum jelas apa yang terjadi dengan ibu anak-anak itu.

Sejumlah laporan mengisyaratkan ayah mereka mengalami serangan darah tinggi dan tidak bisa bangkit dari tempat tidur.***

Editor : hasan b
Sumber : bbc indonesia
Kategori : Ragam

Loading...
www www