Loading...    
           

Nurul Ghufron Batal Jadi Pimpinan KPK Bila UU Hasil Revisi Diberlakukan

Nurul Ghufron Batal Jadi Pimpinan KPK Bila UU Hasil Revisi Diberlakukan
Nurul Ghufron. (kompas.com)
Jum'at, 11 Oktober 2019 19:11 WIB
JAKARTA - Bila Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hasil revisi diberlakukan, maka Nurul Ghufron batal jadi pimpinan KPK, sebab usianya belum sampai 50 tahun.

''Kalau berlaku, berdasarkan undang-undang itu, jelas seseorang yang tidak memenuhi syarat-syarat yang ditentukan undang-undang itu tidak bisa dilantik,'' kata Juanda, kepada Kompas.com, Jumat (11/10/2019).

Ghufron diketahui lahir pada 22 September 1974. Artinya, ia baru berusia 45 tahun ketika mengikuti proses pemilihan hingga dilantik pada Desember 2019.

Juanda menegaskan, pelantikan pimpinan KPK yang baru pada Desember 2019 mesti didasari pada UU KPK hasil revisi yang akan berlaku pada 17 Oktober 2019.

Menurut Juanda, hal itu menimbulkan problematika karena Ghufron sesungguhnya telah sah terpilih sebagai pimpinan KPK bila berdasarkan UU KPK yang lama.

''Ini kan membuat seseorang itu dirugikan. Ini harusnya tidak boleh terjadi karena dia itu sudah terpilih, berdasarkan undang-undang lama sah dia, cuma waktu pelantikannya berdasarkan undang-undang yang baru,'' kata Juanda.

Bila Ghufron dipaksakan untuk dilantik, kata Juanda, jabatannya sebagai pimpinan KPK dapat dianggap tidak sah.

Efeknya, Ghufron tidak berhak memperoleh kewenangan sebagai pimpinan KPK.

''Kalau seseorang dilantik tidak sesuai undang-undang yang berlaku, konsekuensinya kan cacat. Kalau cacat, itu berarti tunjangan segala macam yang ia terima itu terindikasi pada korupsi,'' ujar Juanda.

Pasal 29 huruf e UU KPH hasil revisi menyatakan, ''Untuk dapat diangkat sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: berusia paling rendah 50 (empat puluh) tahun dan paling tinggi 65 (enam puluh lima) tahun pada proses pemilihan;''

Gara-gara pasal ini, Istana mengembalikan draf UU KPK hasil revisi ke DPR karena terdapat ketidaksesuaian persyaratan usia. Dalam angka dituliskan ''50'' tahun, tapi dalam huruf dituliskan ''empat puluh'' tahun.

Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, adanya kesalahan pengetikan (typo) itu adalah hal teknis.

''Itu teknis, itu kemudian kita sudah konsolidasikan, sudah bicarakan, nanti selanjutnya kita lakukan hal-hal yang memang perlu dilakukan,'' kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Puan mengatakan, salah pengetikan itu akan membuat perubahan pada makna sehingga UU KPK hasil revisi harus segera diperbarui.

''Justru itu kita akan update, kita akan lakukan secepatnya terkait hal-hal itu,'' ujarnya.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:SerbaSerbi

Loading...
GoSumbar.com Wanita Perekam dan Penyebar Video Ancam Penggal Kepala Jokowi Divonis Bebas
GoSumbar.com Artis Korea Sulli Ditemukan Tak Bernyawa di Apartemen
GoSumbar.com Wali Kota Pesta Seks dengan Sejumlah Pelacur di Kapal, Videonya Beredar Luas
GoSumbar.com Ajakan Menikah Ditolak, Pemuda Nekat Bunuh Diri di Hadapan Janda Idamannya
GoSumbar.com Ada Pesan dari Pemimpin Tentara Pembebasan Papua Sebelum Kerusuhan di Wamena, Warga Pendatang Akan Dieksekusi
GoSumbar.com Wuih, Ibu Rumah Tangga Cantik Ini Sendirian Gelapkan 62 Mobil dalam 2 Bulan, Begini Modusnya
GoSumbar.com Tangki Mobil Mengisi BBM Bocor, SBPU Bukit Ambacang Nagari Gadut Terbakar Tadi Malam
GoSumbar.com Pohon Ini Tahan Api, BNPB Silakan Gubernur dan Bupati Ambil Bibit untuk Ditanam di Daerah Rawan Karhutla
GoSumbar.com Dijanjikan Dinikahi Jika Hamil, Siswi SMP Dicabuli Remaja Baru Dikenalnya di FB, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara
GoSumbar.com Kapolda Papua Sebut Penikaman Pekerja di Wamena Ada Hubungannya dengan Kerusuhan 23 September
GoSumbar.com Kajian Ustaz Abdul Somad di UII Dihadiri 7.000 Jamaah, Rektor: Luar Biasa, Alhamdulillah
GoSumbar.com Berdalih Beri Pelajaran Seks, Ayah Perkosa Putrinya Selama 20 Tahun Hingga Lahirkan 6 Anak yang Juga Dicabulinya
GoSumbar.com Ambon dan Seram Disebut Bakal Lenyap Terseret ke Palung Laut Sedalam 7 Kilometer, Begini Penjelasan BNPB
GoSumbar.com Ditembak Saat Shalat, 15 Muslim Tewas dalam Masjid
GoSumbar.com Digauli Ayah Tiri, Gadis 16 Tahun di Ciputat 2 Kali Hamil dan Melahirkan, Terungkap Saat Melamar Kerja
GoSumbar.com Kenal Lewat FB, Remaja Ini Cabuli 4 Gadis, Satu Korban Siswi Kelas II SMP
GoSumbar.com Ditikam Orang Tak Dikenal Sepulang Bekerja, Pria Asal Sulsel Tewas di Wamena
GoSumbar.com Topan Hagibis Bisa Sebabkan Gelombang 4 Meter di Peraian Indonesia
wwwwww