Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Sudah Teken PP Gaji ke-13 PNS, Paling Lambat Cair Pekan Depan, Ini Besarannya
Nasional
21 jam yang lalu
Jokowi Sudah Teken PP Gaji ke-13 PNS, Paling Lambat Cair Pekan Depan, Ini Besarannya
2
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
GoNews Group
6 jam yang lalu
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
3
Nadeo Argawinata Cs Antusias Jalani Latihan Perdana
GoNews Group
19 jam yang lalu
Nadeo Argawinata Cs Antusias Jalani Latihan Perdana
4
Latihan Perdana, Shin Tae Yong Belum Bisa Menilai Pemain Timnas
GoNews Group
19 jam yang lalu
Latihan Perdana, Shin Tae Yong Belum Bisa Menilai Pemain Timnas
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Diterjang Puting Beliung, 79 Rumah Rusak di Sumbar, 2 Rumah Gadang Roboh

Diterjang Puting Beliung, 79 Rumah Rusak di Sumbar, 2 Rumah Gadang Roboh
Ilustrasi rumah porak-poranda diterjang angin puting beliung. (republika.co.id)
Minggu, 08 September 2019 11:40 WIB
PADANG ARO - Sedikitnya 79 rumah warga rusak di Kecamatan Pauah Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), setelah diterjang angin puting beliung, Jumat (6/9) sore.

Dikutip dari merdeka.com, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan Inroni Muharamsyah di Padang Aro mengatakan, terjangan puting beliung menyebabkan sembilan rumah rusak berat, 32 rumah rusak sedang dan 38 rumah rusak ringan.

''Bencana itu menyebabkan 37 rumah rusak dan menimbulkan kerugian sekitar Rp12,8 juta di Nagari Kapau Alam Pauh Duo. Dua keluarga dari nagari itu harus mengungsi ke rumah kerabat karena rumahnya rusak,'' kata Inroni.

Di Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo, puting beliung menyebabkan kerusakan 31 rumah, memaksa lima keluarga mengungsi dan menimbulkan kerugian Rp43 juta.

Bencana itu juga mengakibatkan 11 rumah rusak dan menimbulkan kerugian sekitar Rp188,8 juta di Nagari Pauh Duo Nan Batigo.

''Di Nagari Pauh Duo Nan Batigo dua rumah gadang roboh tertimpa pohon dengan kerugian mencapai Rp140 juta,'' lanjutnya.

BPBD menunggu bantuan logistik dari pemerintah provinsi untuk disalurkan kepada korban bencana. ''Tenda ada, tapi tidak cukup, makanya tunggu yang dari provinsi dulu baru sekalian didistribusikan supaya tidak berebut,'' ujarnya.***

Editor : hasan b
Sumber : merdeka.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www