Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
Peristiwa
18 jam yang lalu
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
2
Pesisir Selatan Kini Miliki Tiga Kampus Nagari
Pesisir Selatan
7 jam yang lalu
Pesisir Selatan Kini Miliki Tiga Kampus Nagari
3
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
4
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
GoNews Group
15 jam yang lalu
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
5
Toyota Astra Recall 36.000 Alphard, Innova, Fortuner, Corolla, Cruiser dan Hilux, Ini Masalahnya
GoNews Group
8 jam yang lalu
Toyota Astra Recall 36.000 Alphard, Innova, Fortuner, Corolla, Cruiser dan Hilux, Ini Masalahnya
6
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Internasional
18 jam yang lalu
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Lakukan Penipuan dan Penyelewengan, Mantan Ibu Negara Dihukum 58 Tahun Penjara

Lakukan Penipuan dan Penyelewengan, Mantan Ibu Negara Dihukum 58 Tahun Penjara
Rosa Elena Bonilla, dikawal setelah dinyatakan bersalah atas penyalahgunaan dana publik. (beritasatu.com)
Sabtu, 07 September 2019 13:55 WIB
HONDURAS - Juru bicara Mahkamah Agung Honduras, Carlos Silva, mengatakan, pengadilan menjatuhkan vonis 58 tahun penjara kepada Rosa Elena Bonilla, istri mantan Presiden Honduras Porfirio Loboibu, Rabu (4/9/2019).

Dikutip dari beritasatu.com, wanita berusia 52 tahun itu dinyatakan terbukti bersalah melakukan penipuan dan penyelewengan dana yang tidak semestinya.

''Mantan ibu negara Rosa Elena Bonilla dijatuhi hukuman 58 tahun penjara karena kejahatan pengambilan dana dan penipuan yang tidak semestinya,'' kata Carlos Silva seperti dilaporkan Reuters, Kamis (5/9).

Pengacara pembela mengatakan Bonilla tidak bersalah tapi telah ditahan sejak Februari 2018. Upaya banding akan diajukan ke Mahkamah Agung negara Amerika Tengah itu. Itu akan menjadi kesempatan terakhir Bonilla untuk menghindari hukuman.

Bonilla dituduh menyalahgunakan dana setara dengan US$ 779.000 (sekitar Rp11 miliar) antara 2010 dan 2014 yang berasal dari sumbangan internasional dan dana publik.

Menurut satu penyelidikan yang dilakukan oleh kantor jaksa agung dan satu unit Organisasi Negara-negara Amerika, dana tersebut dimaksudkan untuk pendanaan program sosial.

Kantor jaksa agung menyatakan Bonilla menggunakan uang tersebut untuk membayar tagihan medis, perhiasan, uang sekolah untuk anak-anaknya dan pekerjaan konstruksi.

''Pengadilan juga menghukum rekan dekat Bonilla, Saul Escobar, dengan hukuman penjara 48 tahun karena penggelapan dana publik dan penipuan,'' kata Silva.***

Editor : hasan b
Sumber : beritasatu.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www