Loading...
Home >  Artikel >  SerbaSerbi

Presenter TVRI Tewas Ditusuk Temannya, Pelaku Mengaku Dendam karena Dilecehkan Korban

Presenter TVRI Tewas Ditusuk Temannya, Pelaku Mengaku Dendam karena Dilecehkan Korban
Ilustrasi jenazah. (int)
Senin, 22 Juli 2019 09:04 WIB
JAKARTA - Abu Saila alias Aditya (55), presenter TVRI Sulawesi Tenggara, tewas setelah ditusuk temannya, Achfi Suhasim (29). Jasad korban ditemukan warga di Jalan Syech Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kendari, Ahad (21/7) pagi.

Sebelum ditemukan tewas, korban dilaporkan telah hilang sejak Sabtu (20/7) malam. Istri korban bingung lantaran suaminya tak kunjung pulang usai pamit mengisi pulsa TV Kabel via transfer ATM.

Korban yang bekerja sebagai ASN di Dinas Pariwisata itu awalnya ditemukan salah seorang ibu rumah bernama Haryana Makkarannu. Saksi awalnya hendak menyiram bunga, namun mendapati korban sudah terbujur kaku penuh darah.

''Saya lapor Pak RT, kemudian Pak RT kontak polisi,'' ujar Haryana.

Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi, mengatakan, korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra.

''Ada belasan luka tusukan oleh badik, saat ini korban yang bekerja sebagai ASN sudah bawa ke rumah sakit,'' ujar jemi Junaidi.

Dendam Dilecehkan

Polisi menerima laporan beberapa menit setelah korban ditemukan tergeletak di dalam saluran got. Polisi langsung memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Dari penyelidikan, identitas pelaku berhasil terungkap. Pelaku bernama Achfi Suhasim (29). Pelaku diketahui berprofesi sebagai pekerja swasta.

Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku sudah berteman dengan korban selama setahun lebih. Sejak saat itu, korban pernah melakukan pelecehan kepadanya.

Pelaku merasa tak terima dilecehkan, kemudian berniat menghabisi korban. Dengan menggunakan badik, korban merencanakan untuk menikam korban.

''Kami menemukan, korban sempat menghubungi pelaku via handphone yang ternyata rekannnya sendiri,'' ujar Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Diki Kurniawan langsung memimpin penangkapan. Pelaku ditangkap saat berusaha menemui pacarnya.

''Pelaku menghubungi pacarnya dan meminta uang usai membunuh. Saat datang di kamar pacarnya, pelaku langsung ditangkap anggota kami,'' kata Kapolres.

Saat diamankan, polisi menyita handphone dan baju dengan bercak darah milik pelaku, serta beberapa barang bukti lainnya. Baju penuh bercak darah milik korban juga diamankan.

Saat diperiksa polisi, pelaku mengungkapkan pernah dilecehkan korban. Pelecehan secara fisik diungkapkan pelaku, didapat dari korban.

Namun, Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi terlihat malu-malu saat ditanya soal pelecehan seperti apa yang diterima pelaku hingga nekat membunuh.

Kapolres menegaskan, pelaku mengaku mengalami pelecehan sebelum akhirnya dendam dan nekat menusuk korban.

''Intinya dilecehkan, masak kalian tidak tahu,'' ujarnya sambil tersenyum.

Informasi yang didapatkan di kantor polisi, korban ternyata sempat meminta pelaku melakukan sesuatu sebelum nekat membunuh. Permintaan ini, dilakukan di dalam mobil.

''Setelah saya tikam, korban lari dan teriak minta tolong. Saya kemudian lari tinggalkan, saya sadar saat melakukan itu,'' ujar rekaman video pengakuan pelaku saat ditangkap.***

Editor : hasan b
Sumber : merdeka.com
Kategori : SerbaSerbi

Loading...
www www