Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Otong Tewas Usai Ditangkap dan Kepalanya Dibungkus Lakban, Polisi Sebut Karena Sesak Napas
Peristiwa
9 jam yang lalu
Otong Tewas Usai Ditangkap dan Kepalanya Dibungkus Lakban, Polisi Sebut Karena Sesak Napas
2
Otong Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jokowi dan DPR Didesak Revisi KUHAP
Hukum
9 jam yang lalu
Otong Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jokowi dan DPR Didesak Revisi KUHAP
3
Viral Pedagang Nangis Dilarang Jualan Usai Tegur 'Istri Wakapolda'
Peristiwa
8 jam yang lalu
Viral Pedagang Nangis Dilarang Jualan Usai Tegur Istri Wakapolda
4
Tito Karnavian: Air Wudhu Tidak Membunuh Virus Corona
Kesehatan
8 jam yang lalu
Tito Karnavian: Air Wudhu Tidak Membunuh Virus Corona
5
Berharap Anak Masuk Akpol, Anggota Polisi Tertipu Rp1,35 Miliar, Pelakunya Tersangka Korupsi Rp5,9 Miliar
Hukum
13 jam yang lalu
Berharap Anak Masuk Akpol, Anggota Polisi Tertipu Rp1,35 Miliar, Pelakunya Tersangka Korupsi Rp5,9 Miliar
6
Akibat Pandemi, Ratusan Mama Muda Bakal jadi Janda Baru
Peristiwa
8 jam yang lalu
Akibat Pandemi, Ratusan Mama Muda Bakal jadi Janda Baru
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Pasutri Lansia Asal Bandung Barat Berangkat Haji Setelah 57 Tahun Menabung

Pasutri Lansia Asal Bandung Barat Berangkat Haji Setelah 57 Tahun Menabung
Irah (91) dan Kosim (91), pasangan lanjut usia yang akan berangkat ke Tanah Suci pada 23 Juli mendatang untuk menunaikan ibadah haji. (republika.co.id)
Selasa, 09 Juli 2019 16:59 WIB
SAGULING - Perjuangan Kosim dan Irah untuk bisa menunaikan Rukun Islam kelima sungguh luar biasa. Pasangan suami istri (Pasutri), warga Kampung Jalupang, RT 02 RW 03, Desa Giri Mukti, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat ini sudah menabung sejak tahun 1962.

Di usianya yang sudah lanjut, sama-sama 91 tahun, niat Kosim dan Irah dikabulkan Allah SWT. Keduanya akan berangkat ke Tanah Suci pada 23 Juli mendatang, untuk menunaikan ibadah haji.

Saat ditemui di rumahnya, kakek yang telah memiliki tiga anak, tiga cucu dan tiga buyut ini masih sibuk menggarap lahan pertanian miliknya di kampung tersebut. Sehari-hari, pekerjaan yang dilakoni Kosim adalah bertani di Kampung Jalupang.

''Dari tahun 62 nabung tapi tidak diniatkan buat naik haji. Waktu itu nabung aja, jumlahnya bervariasi dan gak tentu,'' ujarnya yang didampingi anak pertamanya, Kholidin, Selasa (9/7).

Hingga akhirnya, ia mengungkapkan pada akhir tahun 2013 mendaftar haji ke melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Batujajar. Menurutnya, seluruh proses pendaftaran hingga membayar haji diurus oleh anaknya, Kholidin.

Dirinya mengungkapkan rasa syukur sebab pada 2019 bisa berangkat ke Tanah Suci, Makkah.

Diketahui, jika pasangan lansia, Irah dan Kosim yang mendaftar pada akhir 2013 diberangkatkan lebih dulu sebab kondisi usia yang sudah berada di angka 90 tahun.

''Semoga diberikan keselamatan, kesehatan saat beribadah haji nanti di Makkah,'' katanya.

Menurutnya, seluruh keluarga besarnya sudah bisa menunaikan ibadah haji. Sedangkan dirinya merupakan yang terakhir yang belum berangkat ke Tanah Suci.

Nenek Irah sendiri mengaku bersyukur bisa menunaikan ibadah haji tahun 2019. Meski kondisi badannya sudah tidak muda lagi. Namun dirinya berharap agar selama pelaksanaan ibadah haji bisa kuat dan diberikan kesehatan.

''Saya minta agar selamat saat ibadah haji, sehat dan bisa kembali pulang lagi ke rumah,'' harapnnya.

Menurutnya, biaya haji yang pertama dilunasinya sebesar Rp25 juta dan Rp10 juta untuk melunasinya keseluruhannya.

Ia mengatakan sudah mengikuti seluruh pembekalan manasik dan pada 23 Juli akan berangkat ke Padalarang, selanjutnya berangkat ke embarkasi Bekasi. Namun hingga saat ini pihaknya belum menerima koper haji untuk persiapan dari KBIH Batujajar.***

Editor : hasan b
Sumber : republika.co.id
Kategori : Ragam

Loading...
www www