Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Amerika Chaos, MPR Minta KBRI Lindungi WNI
GoNews Group
10 jam yang lalu
Amerika Chaos, MPR Minta KBRI Lindungi WNI
2
Kapolres: Hasil Swab Personel Polres Sijunjung Negatif Covid-19
Sijunjung
12 jam yang lalu
Kapolres: Hasil Swab Personel Polres Sijunjung Negatif Covid-19
3
Polisi Panggil Sejumlah Saksi Dugaan Pencemaran Nama Baik Ketua KPU Sumbar
Sumatera Barat
11 jam yang lalu
Polisi Panggil Sejumlah Saksi Dugaan Pencemaran Nama Baik Ketua KPU Sumbar
4
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
12 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
5
Bertambah 467, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air Hampir 27 Ribu
Kesehatan
9 jam yang lalu
Bertambah 467, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air Hampir 27 Ribu
6
Indonesia Buktikan Pancasila Kuatkan Masyarakat di Tengah Pandemi
GoNews Group
10 jam yang lalu
Indonesia Buktikan Pancasila Kuatkan Masyarakat di Tengah Pandemi
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

KPK Panggil Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir Terkait Korupsi Pelayaran

KPK Panggil Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir Terkait Korupsi Pelayaran
Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir
Selasa, 09 Juli 2019 11:22 WIB
PEKANBARU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (9/7/2019) memanggil Bupati Kepulauan Meranti Riau Irwan Nasir terkait dugaan korupsi bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi dan penerimaan lain yang terkait jabatan.

Irwan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Indung (IND) dari pihak swasta.

"Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Kepulauan Meranti Irwan sebagai saksi untuk tersangka IND," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Selain Irwan, KPK juga memanggil anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadhlullah sebagai saksi untuk tersangka Indung.

KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus itu, yakni anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso (BSP) dan Marketing Manager PT HTK Asty Winasti (AWI).

Untuk Asty, saat ini sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Sebelumnya, KPK sedang mengidentifikasi proses penggunaan anggaran di Kabupaten Mihanasa Selatan, Sulawesi Utara dan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau terkait gratifikasi yang diterima tersangka Bowo Sidik.

Diketahui sebelumnya bahwa salah satu sumber gratifikasi terkait jabatan pada Bowo Sidik berasal dari pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) termasuk di dua kabupaten tersebut.

Sementara untuk Kabupaten Minahasa Selatan diduga gratifikasi pada Bowo Sidik terkait penganggaran revitalisasi empat pasar di sana.

Sebelumnya, KPK pada Rabu (26/6) juga telah memeriksa Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu dan mengonfirmasi soal proses penganggaran revitalisasi empat pasar di Kabupaten Minahasa Selatan. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : antaranews.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www