Cegah Karhutla di Riau, BNPB Terjunkan 1.205 Personel TNI dan Polri

Cegah Karhutla di Riau, BNPB Terjunkan 1.205 Personel TNI dan Polri
Seorang anggota polisi meloncat saat berusaha menghindari lahan gambut yang terbakar di Desa Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Dumai. Riau, Sabtu (16/4/2019) lalu. (antara/beritasatu.com)
Kamis, 04 Juli 2019 20:27 WIB
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengoordinasi 3.615 personel TNI dan Polri untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Kalimantan Barat dan Jambi.

Dikutip dari beritasatu.com, Sekretaris Utama BNPB Dody Ruswandi mengatakan, di masing-masing provinsi yang paling rawan Karhutla tersebut akan diterjunkan 1.000 personel TNI dan 205 anggota Polri.

Dody Ruswandi menjelaskan, para personel TNI dan Polri tersebut akan bermukim di rumah-rumah penduduk, bergaul dengan penduduk setempat dan mengadvokasi penduduk agar tidak melakukan pembakaran.

''Tiga provinsi yang akan menjadi lokasi pengiriman anggota TNI/Polri itu adalah Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi yang merupakan provinsi paling rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan,'' kata Dody saat ditemui seusai rapat koordinasi di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Selain tiga provinsi tersebut, tiga provinsi lain yang juga rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan adalah Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

''Enam provinsi tersebut yang menjadi perhatian dari pemerintah pusat dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan karena yang memiliki lahan gambut paling banyak,'' ujar Dody.

Dody mengatakan dari enam provinsi yang rawan kebakaran hutan dan lahan, sudah ada lima provinsi yang pemerintah daerahnya menyatakan status siaga darurat asap.

''Yang belum menyatakan adalah Jambi. Kami berharap itu menjadi perhatian pemerintah daerahnya karena kalau sudah terjadi kebakaran akan lebih sulit memadamkannya,'' katanya.

Selain menempatkan anggota TNI/Polri untuk mencegah tindakan pembakaran hutan dan lahan, BNPB juga tetap menyiapkan upaya-upaya pemadaman apabila terjadi kebakaran.

''Sudah ada helikopter yang ditempatkan di tiga provinsi paling rawan. Jadi ketika dilaporkan ada kebakaran, helikopter akan langsung dikerahkan untuk memadamkan,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Babi Hutan Berjalan di Atap Rumah Hebohkan Warga Banjarnegara, Begini Penampakannya
GoSumbar.com Ketahuan Hamil 4 Pekan, Ketua Rombongan 7 Kloter 38 Dipulangkan
GoSumbar.com Mini Bus Bermuatan 25 Penumpang Terjun ke Jurang di Jalan Lintas Sumatera, 4 Tewas
GoSumbar.com Cegah Penumpang KM Tidar Bunuh Diri, Kepala Stasiun Radio Pantai Tercebur ke Laut dan Hilang
GoSumbar.com Kapolri Ungkap 400 Kombes Berebut Jadi Brigjen, Banyak yang Cari Dukungan dan Keluarkan Uang
GoSumbar.com Sempat Terbang dan Kembali ke Embarkasi, Pesawat Garuda Pengangkut Jamaah Haji Delay 11 Jam
GoSumbar.com Pemerintah Alokasikan Rp10 Triliun untuk Tunjangan Pengangguran
GoSumbar.com Korban Salah Tangkap, Disiksa, Dipaksa Mengaku Membunuh dan Dipenjara 3 Tahun, 4 Pengamen Tuntut Ganti Rugi
GoSumbar.com Setelah Kisah Pilunya Tinggal di Toilet Sekolah Diberitakan Media, Bantuan Mengalir kepada Guru Honor Nining
GoSumbar.com Arab Saudi dan Negara Teluk Dukung Kebijakan China Penjarakan 1,5 Juta Muslim Uighur dan Dilarang Shalat
GoSumbar.com Pembangunan Ibukota Baru di Kalimantan akan Dimulai, Ini Persiapannya
GoSumbar.com Bali Pernah Diterjang Tsunami yang Merenggut Ribuan Jiwa
GoSumbar.com Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Sebelum Gempa M 6,0 Guncang Bali, Begini Penjelasan BMKG
GoSumbar.com Anak Guru Mengaji dari Solok Selatan Jadi Lulusan Terbaik Akpol 2019
GoSumbar.com Usai Bertemu Prabowo, Amien Rais: Sampai Sekarang Pun Alhamdulillah Masih Istiqomah
GoSumbar.com Konsumsi Rokok Penduduk Miskin Indonesia Terbesar Kedua, Kalahkan Telur dan Daging Ayam
GoSumbar.com Hasil Kajian KPK, 40 Persen Sektor Industri Kelapa Sawit Tak Patuh Bayar Pajak
GoSumbar.com Kata Pengamat, Penumpang Berhak Ambil Gambar dalam Pesawat karena Sudah Bayar Tiket dan Demi Keselamatan
wwwwww