Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
20 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
2
Pulihkan Perekonomian, Arief Poyuono Minta 'Kang Mas Jokowi' Legalkan Judi Togel dan Kasino
Politik
21 jam yang lalu
Pulihkan Perekonomian, Arief Poyuono Minta Kang Mas Jokowi Legalkan Judi Togel dan Kasino
3
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
21 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
4
Bantu Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Resmi Ditahan
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Bantu Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Resmi Ditahan
5
Jika Terbukti Terbitkan Surat Jalan Joko Tjandra, Brigjen Prasetyo Utomo Terancam Dicopot
Hukum
18 jam yang lalu
Jika Terbukti Terbitkan Surat Jalan Joko Tjandra, Brigjen Prasetyo Utomo Terancam Dicopot
6
Viral... Janda Cantik Ini Jual Rumah Rp185 Juta Bonus Nikah
Ekonomi
19 jam yang lalu
Viral... Janda Cantik Ini Jual Rumah Rp185 Juta Bonus Nikah
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Kesaksian Hairul Anas di MK, Agar Paslon 01 Menang, 02 Diidentikkan dengan Idiologi Ekstrem dan Radikal

Kesaksian Hairul Anas di MK, Agar Paslon 01 Menang, 02 Diidentikkan dengan Idiologi Ekstrem dan Radikal
Sidang PHPU di MK. (dok)
Kamis, 20 Juni 2019 07:57 WIB
JAKARTA - Hairul Anas Suaidi dihadirkan kuasa hukum pasangan calon (paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai saksi dalam sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (20/6/2019) dini hari.

Dikutip dari republika.co.id, dalam kesaksiannya, keponakan mantan Ketua MK Mahfud MD itu mengaku ada pelatihan untuk saksi yang digelar oleh Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin yang mengajarkan untuk melakukan kecurangan. Pelatihan digelar beberapa bulan sebelum pemungutan suara.

''Jadi saya adalah caleg dari Partai Bulan Bintang yang merupakan pendukung Paslon 01, kemudian saya ditugaskan hadir dalam pelatihan saksi,'' ujar Hairul Anas Suaidi.

Menurut Anas, dalam pelatihan yang digelar di Jakarta itu, ia mengaku mendapatkan materi pelatihan kecurangan bagian dari demokrasi. Anas mengaku, materi yang disajikan sangat mengagetkan dan membuatnya merasa tidak nyaman dalam mengikuti pelatihan itu.

Ia mencontohkan, tentang pengerahan aparat untuk kemenangan salah satu pasangan calon yang menurut dia tidak sesuai dengan prinsip demokrasi.

''Terlebih lagi menunjukan gambar orang, tokoh, pejabat, kepala daerah yang diarahkan untuk memberikan dukungan logistik untuk salah satu paslon. Ini mengganggu saya, hingga pada akhirnya saya membantu 02,'' ucap Anas.

Kuasa hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto, kemudian bertanya kepada saksi, apakah dalam pelatihan terdapat materi untuk menggelembungkan jutaan suara.

Saksi menjawab tidak terlalu detail untuk itu. Tetapi hanya strategi pemilu dan cara kampanye. Misalnya, agar paslon 01 menang, paslon 02 diidentikkan dengan ideologi ekstrem dan radikal.

Bambang selanjutnya menanyakan apakah diksi yang digunakan dalam pelatihan berkaitan dengan radikal dan ekstrem sengaja dipakai untuk menjadi bagian pemenangan. ''Diksi antibineka, khilafah memang diselipkan banyak. Memang Berbau isu di media sosial, saya rasa materi-materi itu,'' kata saksi.***

Editor : hasan b
Sumber : republika.co.id
Kategori : Ragam

Loading...
www www