Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Politik
23 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
2
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai 'Angkat Bendera Putih', Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
Politik
16 jam yang lalu
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai Angkat Bendera Putih, Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
3
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
GoNews Group
13 jam yang lalu
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
4
Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona
Politik
23 jam yang lalu
Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona
5
Tim Fakhrizal-Genius Lapor ke KPU Soal Verifikasi Faktual
Politik
9 jam yang lalu
Tim Fakhrizal-Genius Lapor ke KPU Soal Verifikasi Faktual
6
Semen Padang Buat Aplikasi Hemat Biaya Transportasi Hingga Miliaran
Padang
9 jam yang lalu
Semen Padang Buat Aplikasi Hemat Biaya Transportasi Hingga Miliaran
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Mohammad Nuh Terpilih Jadi Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022

Mohammad Nuh Terpilih Jadi Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022
Mohammad Nuh (kiri). (merdeka.com)
Selasa, 21 Mei 2019 22:48 WIB
JAKARTA - Mohammad Nuh terpilih menjadi Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022, menggantikan Yosep Adi Prasetyo.

Dikutip dari cnnindonesia.com, serah terima jabatan dari Yosep Adi Prasetyo kepada Mohammad Nuh dilakukan di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Sebelumnya melalui Keputusan Presiden Nomor 33/M tahun 2019, ditetapkan pemberhentian anggota Dewan Pers periode 2016-2019, sekaligus pengangkatan sembilan anggota Dewan Pers periode 2019-2022.

Sementara itu, pemilihan ketua dilakukan sembilan anggota Dewan Pers periode 2019-2022. Dalam pemilihan diputuskan Nuh yang mewakili unsur masyarakat sebagai Ketua Dewan Pers.

Delapan anggota lain Dewan pers 2019-2022 adalah dari unsur wartawan (Arif Zulkifli, Hendry Ch Bangun, dan Jamalul Insan), unsur perusahaan pers (Ahmad Djauhar, Agung Darmajaya, dan Asep Setiawan), serta unsur tokoh masyarakat (Agus Sudibyo, Hassanein Rais).

Dalam sambutannya, Nuh mengatakan Dewan Pers ingin mendorong media memperkuat fungsi edukasi publik. Pasalnya, kata Nuh, ketika masyarakat sudah tercerahkan maka sensor diri secara otomatis akan terbentuk.

''Ketika masyarakat semakin cerdas dan dewasa, mereka tahu berita yang tidak beres, dia sudah punya self sensoring,'' kata mantan Menteri Pendidikan Nasional itu, seperti dilansir Antara.

Mohammad Nuh mengatakan ingin memperkuat fungsi pencerahan kepada masyarakat karena saat ini banyak informasi bohong alias hoaks yang berseliweran di tengah masyarakat.

Ia pun meminta media menjadi pencerah informasi tersebut dengan menitikberatkan pada aspek verifikasi.

''Karena saat ini berita itu macam-macam, dan pemikiran macam-macam, ada media yang bisa mencerahkan. Itu untuk memperkuat nasionalisme,'' kata pria yang juga pernah menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini.

Dalam kariernya, Nuh juga diketahui pernah menjadi Menteri Pariwisata dan Rektor Institut Tekonologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.***

Editor : hasan b
Sumber : cnnindonesia.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www