Loading...    
           

Minuman Beralkohol Disajikan pada Acara Buka Puasa Bersama Karyawan Perusahaan Seluler di Malang

Minuman Beralkohol Disajikan pada Acara Buka Puasa Bersama Karyawan Perusahaan Seluler di Malang
Minuman beralkohol disajikan pada acara berbuka puasa bersama karyawan dan dealer perusahaan seluler. (okezone.com)
Minggu, 19 Mei 2019 11:43 WIB
MALANG - Acara berbuka puasa bersama karyawan dan dealer salah satu produsen seluler (telepon genggam) di salah satu tempat di Malang, Jawa Timur, beberapa hari lalu, dianggap melecehkan Agama Islam. Sebab, pada acara tersebut juga disajikan minuman beralkohol.

Dikutip dari merdeka.com, acara tersebut menjadi perbincangan umat Islam setelah videonya beredar di media sosial.

Dalam video terlihat beberapa botol minuman beralkohol beserta gelasnya tersaji di sejumlah meja. Seorang pria tampak membuka tutup botol dan menuangkan minuman tersebut ke gelas.

Video tersebut diposting oleh akun Facebook Eko WP pada 15 Mei dan telah ratusan kali dibagikan. Pemilik akun mengatakan, acara tersebut sebagai acara berbuka puasa bersama salah satu produsen telepon genggam.

PR Manager perusahaan telepon genggam itu mengaku telah meminta maaf atas kejadian tersebut. Acara buka puasa bersama tersebut merupakan acara karyawan dan dealer di Malang pada Selasa (14/5).

Pihaknya telah melakukan pertemuan mediasi bersama MUI Kota Malang, Jamaah Ansharusy Syariah Mudiriyah Malang Raya, Hotel Atria Malang, dan PCNU Malang. Pertemuan dengan difasilitasi perwakilan Polres Malang Kota.

''Kasusnya sudah selesai,'' kata ujar Manager PR, Aryo Meidianto, Sabtu (18/5).

Dalam keterangan tertulisnya pihak perusahaan telepon seluler kantor cabang Malang telah menjelaskan kronologi kejadian kepada para pemuka agama. Pihaknya juga mengakui kesalahan yang telah dilakukan dan siap bertanggung jawab sekaligus berjanji tidak mengulangi kejadian serupa.

''Kami benar-benar meminta maaf atas kurangnya sensitivitas dan pemahaman panitia acara kami terhadap budaya lokal, yang telah menyinggung sejumlah kelompok, budaya, dan agama di Indonesia, khususnya umat Muslim. Kami tidak bermaksud untuk menyebabkan kegaduhan. Kami benar-benar meminta maaf,'' ujar Wildan Rafky, PIC Event, Sabtu (18/5).

''Kami benar-benar berterima kasih karena permintaan maaf kami diterima dengan baik. Kami menyadari betapa sensitifnya kejadian ini. Kepada warga Muslim di Malang, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pihak yang merasa resah dengan adanya kejadian ini, kami minta maaf,'' lanjut Wildan.

Untuk menghindari terulangnya kejadian ini, pihaknya telah mengingatkan seluruh kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia untuk bersikap lebih sensitif terhadap norma-norma lokal dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Ketidakpatuhan terhadap himbauan tersebut akan berakhir dengan tindakan disipliner serius.

''Kejadian ini benar-benar tidak mencerminkan komitmen untuk menghargai nilai dan kebudayaan. Terima kasih atas masukan berharga yang telah semua pihak berikan,'' tutup Wildan.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi

Loading...
wwwwww