Kata Imam asal Gaza, Ini Tujuan Israel Serang Palestina Setiap Ramadan

Kata Imam asal Gaza, Ini Tujuan Israel Serang Palestina Setiap Ramadan
Seorang remaja Palestina berada dalam rumahnya yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza City, Palestina, Senin (6/5). (republika.co.id)
Sabtu, 18 Mei 2019 12:11 WIB
GAZA - Dalam beberapa tahun terakhir, pasukan Israel selalu menyerang wilayah Palestina setiap Bulan Ramadhan. Tahun ini, pasukan Israel melancarkan serangan ke Gaza, Palestina sejak awal Ramadan, yang menyebabkan puluhan Umat Islam wafat.

Dikutip dari republika.co.id, Imam asal Gaza, Muzhaffar SA Alnawati, mengatakan, serangan Israel ke wilayah Palestina setiap Ramadan bertujuan merusak kesucian Ramadan.

''Tabiat Israel selalu ingin merusak syiar Islam. Mereka tidak pernah ridha terhadap Islam sehingga salah satunya dengan merusak kesucian Ramadhan,'' katanya saat ditemui republika.co.id di Masjid Al Aqwam, Jakarta, pada Rabu lalu (15/5). 

Beruntung, kata dia, warga Gaza masih dapat bertahan dan masih diberikan kekuatan serta kemampuan untuk menjalankan ibadah. ''Menjalani Ramadan di tengah konflik sudah biasa bagi warga Gaza,'' lanjut Imam Muzhaffar.  

Dia menjelaskan, Ramadan merupakan bulan yang sangat diberkahi. Hanya saja orang-orang di Gaza dalam kondisi yang sangat banyak tantangan, sehingga mereka berupaya memaksimalkan ibadah sesuai kemampuan mereka. 

Walau demikian, tuturnya, ketika Ramadan datang, warga Gaza lebih semangat dalam melakukan beragam kegiatan termasuk beribadah. Orang-orang kaya di Gaza pun semakin banyak berinfak demi mendapat keutamaan Ramadan.

Pada Bulan Ramadan, masyarakat Muslim dari seluruh dunia juga semakin banyak yang berdonasi untuk warga Gaza. ''Saya ada teman dari London, Indonesia, dan lainnya yang berinfak lewat saya. Setelah infaknya diterima, saya langsung belikan kebutuhan pokok untuk dibagi-bagikan saat Ramadhan semangat berbagi lebih tinggi lagi,'' jelasnya. 

Meski Ramadan kali ini, dia berada di Indonesia, namun program berbagi tersebut tetap berjalan di Gaza. ''Anak saya yang menjalankannya,'' ujar Imam Muzhaffar.   

Lebih lanjut, dia bercerita, blokade yang dilakukan Israel, membuat orang luar dipersulit bila ingin masuk Gaza. Akibatnya, penyaluran logistik ke warga Gaza pun tidak mudah. 

''Logistik boleh masuk tapi dipersulit. Misalnya 100 kilogram mau masuk maka tidak boleh semuanya melainkan setengahnya,'' kata dia. 

Bahkan Israel melarang, warga Gaza yang tinggal dekat laut untuk mengambil banyak ikan dari laut tersebut. Akibatnya, harga ikan di sana mahal. 

Dirinya mengingatkan, membebaskan Palestina dari jajahan Israel bukan hanya tugas Muslim di Palestina melainkan umat Islam di dunia. Imam Muzhaffar mengatakan, setiap Muslim bisa membantu perjuangan tersebut dengan berbagai cara, baik melalui harta, tenaga, maupun doa.  

''Kita bisa berikan juga kepada anak kita, kita sebarkan informasi mengenai keutamaan membebaskan Baitul Maqdis agar generasi muda kita tahu,'' ujarnya.

Dia bersyukur dukungan umat Muslim Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina sangat besar.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww