Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
7 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
2
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
7 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
3
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar 'Bokep' Eks Kontributor Majalah Dewasa
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar Bokep Eks Kontributor Majalah Dewasa
4
Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI, Hidayat: Dewas Kangkangi TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa
Politik
11 jam yang lalu
Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI, Hidayat: Dewas Kangkangi TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa
5
Memutus Rantai Penyebaran, Pedagang dan Pembeli di Pasar Pusat Padang Panjang Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Memutus Rantai Penyebaran, Pedagang dan Pembeli di Pasar Pusat Padang Panjang Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan
6
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
Kesehatan
7 jam yang lalu
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Kemenkes Sebut Kematian Ratusan Petugas KPPS Disebabkan 13 Penyakit, Ini Rinciannya

Kemenkes Sebut Kematian Ratusan Petugas KPPS Disebabkan 13 Penyakit, Ini Rinciannya
Ilustrasi petugas KPPS. (merdeka.com)
Minggu, 12 Mei 2019 17:10 WIB
JAKARTA - Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 yang meninggal dunia sudah lebih 470 orang. Hasil penyelidikan Kemenkes RI dan dinas kesehatan daerah menyimpulkan, ada 13 jenis penyakit yang menyebabkan kematian ratusan petugas KPPS tersebut.

Dikutip dari kumparan.com, Sekjen Kemenkes drg Oscar Primadi, mengatakan, penyelidikan dilakukan Kemenkes dan dinas kesehatan di 15 provinsi.

''13 penyakit ini adalah infarct myocard (serangan jantung), gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure (gagal napas), hipertensi emergency, meningitis, sepsis (komplikasi infeksi), asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multi-organ,'' jelas Oscar Primadi dalam keterangannya, Ahad (12/5).

Oscar menilai, pihaknya belum bisa mengkaitkan penyebab kematian ini dengan masalah jadwal petugas KPPS yang padat. Sebab, untuk bisa melihat jadwal tersebut, pihaknya perlu mendalaminya lebih lanjut dengan KPU.

''Nantinya kita akan bahas bersama KPU untuk perencanaan pemilu mendatang,'' tegasnya.

Ke depannya, petugas Pemilu diharapkan memiliki kondisi kesehatan yang baik saat direkrut serta tidak merokok atau terpapar asap rokok selama bekerja. Tak hanya itu, ia berharap petugas pemilu selanjutnya bisa memiliki lingkungan kerja yang sehat, ruangan yang cukup luas, serta ritme kerja yang baik.

''Ritme kerja dan jam kerja diatur dengan baik, serta memberikan porsi istirahat yang cukup,'' tutur Oscar.

Selain itu, Oscar menyebut, Kemenkes sebenarnya telah menyiagakan tenaga kesehatan sejak sebelum masa pencoblosan dimulai. Bahkan, komunikasi dengan tenaga kesehatan di daerah juga sudah dilakukan jauh-jauh hari.

''Tenaga Kesehatan itu men-support dari segi pelayanan kesehatan untuk penyelenggaraan pemilu di daerah, baik untuk petugas penyelenggara pemilu maupun masyarakat,'' kata dia.

Dalam Pemilu 2019 ini, setidaknya ada 470 petugas KPPS yang meninggal dunia dan 4.602 lainnya jatuh sakit. Jumlah korban jiwa terbanyak ada di Provinsi Jawa Barat dengan jumlah 131 jiwa.***

Editor : hasan b
Sumber : kumparan.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www