Banjir di Bengkulu Sudah Renggut 29 Jiwa, 13 Korban Belum Ditemukan

Banjir di Bengkulu Sudah Renggut 29 Jiwa, 13 Korban Belum Ditemukan
Banjir di Bengkulu. (dok)
Senin, 29 April 2019 10:58 WIB
BENGKULU - Jumlah korban meninggal akibat banjir di Provinsi Bengkulu terus bertambah. Hingga Senin (29/4) pagi tercatat sudah 29 orang meninggal dan 13 orang hilang.

Dikutip dari bisnis.com, Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Rusdi Bakar, mengatakan, korban jiwa terbanyak terjadi di Kabupaten Bengkulu Tengah, sebanyak 22 orang.

''Data terbaru jumlah korban jiwa sudah mencapai 29 orang dengan jumlah korban terbanyak di Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak 22 orang,'' kata Rusdi Bakar di Bengkulu, Senin (29/4/2019).

Menurut dia, data tersebut diperbaharui tim hingga Senin pukul 07.00 WIB. Sedangkan pencarian korban lainnya hingga saat ini masih berlangsung.

Rusdi mengatakan korban terbanyak di Kabupaten Bengkulu Tengah yang meninggal akibat tanah longsor terjadi di kaki Gunung Bungkuk.

Sementara korban meninggal lainnya terdapat di Kabupaten Kepahiang sebanyak tiga orang, Kabupaten Lebong satu orang dan Kota Bengkulu tiga orang.

Selain itu ada 13 orang yang hingga saat ini belum ditemukan, yaitu satu di Kabupaten Kaur, dua di Kota Bengkulu dan 10 di Kabupaten Bengkulu Tengah.

''Pencarian korban hilang ini terus dilakukan tim pencari dan penyelamat yang bergotong-royong dengan warga setempat,'' ucapnya.

Khusus di Bengkulu Tengah, kata Rusdi, dua Kecamatan masih terisolir, yaitu Kecamatan Merigi Sakti dan Kecamatan Pagar Jati karena akses jalan tertutup material longsor.

Dampak banjir dan longsor di Bengkulu membuat 13 ribu jiwa terdampak dan 12 ribu jiwa diantaranya harus mengungsi.

Sebelumnya, aktivis lingkungan setempat menyoroti penyebab banjir dan longsor di wilayah ini, yakni penggundulan hutan untuk aktivitas tambang batu bara dan perkebunan kelapa sawit dalam areal Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkulu yang terdapat di Kabupaten Bengkulu Tengah.

''Tidak mengherankan kalau korban terbanyak ada di Bengkulu Tengah karena wilayah tangkapan air di kawasan penyangga Hutan Lindung Bukit Daun tidak lagi berfungsi secara ekologis sehingga air permukaan tidak ada yang menahan,'' kata Direktur Kanopi Bengkulu, Ali Akbar.

Berdasarkan data yang ada, kata dia, dalam radius DAS Bengkulu seluas 57 ribu hektare, terdapat delapan izin tambang yang diberikan pemerintah dengan luas 19 ribu hektare yakni untuk PT. Bengkulu Bio Energi, PT. Kusuma Raya Utama, PT. Bara Mega Quantum, PT. Inti Bara Perdana, PT. Danau Mas Hitam, PT. Ratu Samban Mining, PT. Griya Pat Petulai, PT. Cipta Buana Seraya dengan luas total 19 ribu hektare. Ditambah satu perusahaan perkebunan sawit milik PT Agriandalas yang juga berada di daerah tangkapan air Sungai Bengkulu.***

Editor:hasan b
Sumber:bisnis.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww