Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PBNU Usul Tarik RUU HIP Ganti Jadi RUU BPIP
Politik
6 jam yang lalu
PBNU Usul Tarik RUU HIP Ganti Jadi RUU BPIP
2
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Politik
10 jam yang lalu
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
3
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
Peristiwa
10 jam yang lalu
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
4
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
GoNews Group
10 jam yang lalu
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
5
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Intip Payudara di Starbucks
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Intip Payudara di Starbucks
6
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Peristiwa
10 jam yang lalu
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Presiden Turki Sebut Pembantaian Umat Islam di Selandia Baru Bukan Perbuatan Perorangan

Presiden Turki Sebut Pembantaian Umat Islam di Selandia Baru Bukan Perbuatan Perorangan
Recep Tayyip Erdogan. (tribunnews)
Selasa, 19 Maret 2019 08:09 WIB
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut pembantaian terhadap umat Islam yang sedang Shalat Jumat di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3) lalu, bukan perbuatan perorangan.

Dikutip dari kumparan.com, Erdogan menduga aksi keji yang menewaskan 50 umat Islam tersebut sudah diatur oleh pihak tertentu.

''Bukan perbuatan perorangan tapi diatur,'' kata Erdogan seperti dikutip Antara dari media Pemerintah Turki, Anadolu Agency, Senin (18/3).

Menurutnya, Islamfobia yang ditunjukkan oleh pelaku penembakan dalam serangan tersebut bukan mencerminkan sikap seseorang.

''Ini bukan perbuatan perorangan, tapi sudah diatur,'' kata Erdogan.

Erdogan berharap pemerintah Selandia Baru segera menyelesaikan kasus ini secara sungguh-sungguh.

''Kami berharap Pemerintah Selandia Baru akan memperlakukan ini secara sungguh-sungguh,'' katanya.

''Ini tak boleh diremehkan, seperti yang dilakukan negara-negara Barat,'' tambah Erdogan.***

Editor : hasan b
Sumber : kumparan.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www