Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Peristiwa
21 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
21 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Peristiwa
21 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Politik
22 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Peristiwa
10 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Mati Mesin, Kapal Pesiar Mengangkut Warga Asing dan WNI Karam di Laut Banda

Mati Mesin, Kapal Pesiar Mengangkut Warga Asing dan WNI Karam di Laut Banda
Ilustrasi kapal karam. (mediaindonesia.com)
Kamis, 14 Maret 2019 18:21 WIB
AMBON - Kapal pesiar KM Mersia karam di Laut Banda, Maluku, Kamis (14/3). Sebelum karam, kapal naas itu dikabarkan mati mesin dan terombang-ambing.

Dikutip dari liputan6.com, kapal yang berangkat dari Tulehu tujuan Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku itu mengangkut 14 penumpang, 5 diantaranya warga negara asing (WNA).

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (14/3/2019), lima WNA yang berada di dalam kapal berasal dari Belanda, Filipina, Qatar, dan Republic of Seychelles. Selain lima WNA, ada satu pemandu wisata dan delapan anak buah kapal asal Indonesia.

Keempat belas korban akhirnya selamat setelah ditolong Tim SAR Ambon dengan Kapal Negara SAR 235 Abimanyu.

Kapal KM Mersia jenis pinisi berangkat hari Rabu sekitar pukul 19.00 WIT dari Pelabuhan Tulehu menuju Pulau Manuk. Namun dalam perjalanan mesin kapal mati dan kapal terombang ambing. Tak lama kemudian kapal tenggelam dan seluruh penumpang berupaya menyelamatkan diri dengan life craft.

Kantor Basarnas Ambon Baru menerima kabar dari agen Kapal KM Mersia pada Kamis pagi dan langsung menuju ke lokasi kecelakaan di koordinat: 4°21.239 S-128°09'.663 E, jarak tempuh sekitar dua jam untuk memberikan pertolongan.

Penyebab kapal tenggelam belum diketahui. Namun, proses penyelidikan dilakukan oleh pihak Basarnas, Kesyahbandaran, dan Dinas Perhubungan Maluku. ***

Editor : hasan b
Sumber : liputan6.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www