Pasca Jatuhnya Lion Air dan Ethiopian Airlines, China Larang Operasikan Boeing 737 MAX 8

Pasca Jatuhnya Lion Air dan Ethiopian Airlines, China Larang Operasikan Boeing 737 MAX 8
Lokasi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302. (liputan6.com)
Senin, 11 Maret 2019 15:47 WIB
NEW YORK - Pesawat Boeing 737 MAX 8 dengan nomor penerbangan ET 302 milik Ethiopian Airlines jatuh dekat kota Bishofu, 62 kilometer dari tenggara ibu kota Addis Abba, Ethiopia, enam menit setelah lepas landas, Ahad (10/3/2019). Sebanyak 148 penumpang dan delapan kru dalam pesawat naas itu dilaporkan tewas.

Beberapa waktu lalu, pesawat Boeing 737 MAX 8 milik maskapai Lion Air, yakni Lion Air JT 610 juga jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. Sama dengan Ethiopian Airlines ET 302, semua penumpang dan kru Lion Air JT 610 juga tewas.

Dikutip dari kumparan.com yang melansir laman Bloomberg, pasca jatuhnya Lion Air dan Ethiopian Airlines, sebagai salah satu negara yang maskapainya banyak mengoperasikan pesawat Boeing, pemerintah China meminta seluruh maskapai di negerinya tidak lagi menggunakan pesawat jenis tersebut.

Pemerintah China mengambil langkah tersebut karena menganggap keselamatan rakyatnya terancam.

Berdasarkan data dari Boeing Website, China merupakan pembeli terbanyak Boeing 737 MAX 8 yaitu 20 persen dari 737 pengiriman pesawat di seluruh dunia sejak Januari.

Ada 7 maskapai penerbangan China yang menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8 dalam maskapainya. Seperti, Air China sebanyak 14 pesawat, China Eastern 13 pesawat, China Southern 16 pesawat, Hainan Airlines 7 pesawat, Shandong Airlines 6 pesawat, Shenzen Airlines 5 pesawat, dan Xiamen Airlines 9 pesawat. Jadi total keseluruhan Boeing 737 Max 8 yang ada di China saat ini ada 70 pesawat.

Sebagai tambahan informasi, Boeing 737 MAX 8 ini ternyata merupakan bestseller karena Safety Concern-nya dan membuat Boeing berhasil menghasilkan USD 30 miliar setara Rp 428,5 triliun (Kurs USD 1 = Rp 14.286) dari penjualan jenis pesawat ini.

Tunda Peluncuran 777X

Boeing telah menunda peluncuran tipe pesawat 777X terbarunya yang direncanakan pekan ini. Meski tidak menyebut alasan, penundaan itu diumumkan segera setelah kecelakaan naas Ethiopian Airlines ET 302 pesawat Boeing 737 MAX 8 pada Ahad, 10 Maret 2019.

Sebuah Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines jatuh pada Minggu pagi, hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Addis Ababa. Semua 157 orang di dalamnya tewas.

Bencana itu terjadi kurang dari lima bulan setelah Boeing 737 MAX 8 lainnya jatuh di lepas perairan Karawang pada akhir Oktober 2018, menewaskan 189 orang.

Boeing mengumumkan minggu lalu bahwa 777X, yang dapat mengangkut sebanyak 425 penumpang, akan melakukan ''debutnya ke dunia'' pada Rabu pekan ini, demikian seperti dikutip dari CNN, Senin (11/3/2019).

Pihak perusahaan menggambarkannya sebagai ''jet mesin kembar terbesar, paling efisien di planet ini.''

Tetapi seorang juru bicara Boeing mengatakan Minggu, 10 Maret malam, bahwa perusahaan tersebut menunda pengumuman peluncuran 777X. Dia tidak mengatakan kapan peluncuran itu akan dilaksanakan, tetapi menambahkan bahwa tidak ada perubahan lain pada jadwal.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww