Loading...    
           

Permintaan Tak Dipenuhi, Bupati Pukul Penyanyi Wanita di Klub Malam

Permintaan Tak Dipenuhi, Bupati Pukul Penyanyi Wanita di Klub Malam
Pria diduga bupati di Papua mengamuk di klub malam di Makassar, Sabtu malam. (tribunews.com)
Minggu, 06 Januari 2019 19:49 WIB
MAKASSAR - Seorang pria memukul penyanyi wanita dan merusak alat musik di salah satu klub malam di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (5/1/2019) malam.

Dikutip dari tribunvideo.com, aksi mengamuknya pria yang diduga bupati di Papua itu direkam pengunjung atau karyawan sky lounge Hotel Swiss Bell dan kemudian menjadi viral di media sosial.

Dalam keterangan video yang viral di medsos, pria itu memaksa band pengiring sky lounge untuk memainkan lagu request-nya.

Namun, permintaan pria itu belum bisa dipenuhi hingga akhirnya naik ke atas panggung dan merusak sebagian alat musik.

Aksi pria itu kemudian dilerai oleh pengunjung lainnya, termasuk sekuriti hotel.

Setelah situasi mulai reda, pemain band dan sejumlah karyawan yang terkena pukulan oleh pria yang mengaku bupati itu ramai-ramai ke menuju markas Polsekta Ujung Pandang untuk melaporkan kejadian tersebut.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani yang dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (6/1/2018), mengaku pihaknya belum bisa memastikan pelaku keributan di sky lounge Hotel Swiss Bell Makassar yang terletak di Jl Pasar Ikan tersebut.

Namun dia membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban dan kasus tersebut sementara dalam proses penyelidikan.

''Sudah kita periksa sejumlah saksi dan korban terkait keributan itu. Dari keterangan sejumlah saksi, ada seseorang pengunjung live music di Gravity Swiss Bell yang tidak puas karena ada lagu yang dipesan tidak bisa dinyanyikan oleh penyanyi,'' katanya.

''Pengunjung ini marah-marah dengan memukul penyanyi perempuan dan pemain keyboard. Setelah itu, pelaku melarikan diri. Penyanyi melaporkan kasus pemukulan terhadap dirinya ke Polsek Unjung Pandang. Polisi sedang menyelidiki kasus tersebut.''

Dicky meminta semua pihak tetap tenang dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Sebab, identitas pelaku belum diketahui dan masih diselidiki oleh aparat kepolisian. ''Kita belum tahu status pengunjung yang ngamuk tadi malam di Swiss Bell. Kita tunggu hasil lidik polsek Ujung Pandang. Tolong semua pihak menjunjung asas praduga tak bersalah. Kalau sudah jelas siapa pelakunya, akan kita relis,'' tambahnya.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunvideo.com
Kategori:SerbaSerbi

Loading...
wwwwww