Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur 'Anu Gede'
Hukum
23 jam yang lalu
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur Anu Gede
2
Raffia Arshad, Hakim Pertama di Inggris yang Kenakan Jilbab
Internasional
23 jam yang lalu
Raffia Arshad, Hakim Pertama di Inggris yang Kenakan Jilbab
3
Minta Pemerintah Tegas, Pimpinan MPR Usul Moratorium TKA Masuk Indonesia
Politik
23 jam yang lalu
Minta Pemerintah Tegas, Pimpinan MPR Usul Moratorium TKA Masuk Indonesia
4
Keluar dari Fase PSBB, Inilah Opsi yang akan Dilakukan oleh Pemko Bukittinggi
Ekonomi
3 jam yang lalu
Keluar dari Fase PSBB, Inilah Opsi yang akan Dilakukan oleh Pemko Bukittinggi
5
Senator Sambut Baik Penerapan Akses Terbatas dan 'Paperless' di Kompleks DPR
GoNews Group
21 jam yang lalu
Senator Sambut Baik Penerapan Akses Terbatas dan Paperless di Kompleks DPR
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Pasca Pembantaian oleh KKB, TNI dan Polri Dilibatkan Bangun Jembatan di Papua

Pasca Pembantaian oleh KKB, TNI dan Polri Dilibatkan Bangun Jembatan di Papua
Evakuasi jenazah korban penembakan anggota KKB. (tribunnews.com)
Sabtu, 08 Desember 2018 10:26 WIB
JAKARTA - Pemerintah memastikan pengerjaan proyek pembangunan jembatan di Nduga, Papua, tetap dilanjutkan pasca pembantaian terhadap belasan pekerja yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Dikutip dari merdeka.com, pengerjaan proyek tersebut selanjutnya akan melibatkan personel Polri dan prajurit TNI. Aparat TNI tak hanya dilibatkan dalam pengamanan, tapi juga membantu pengerjaan proyek.

''Jadi ada perbaikan, akan ada pendampingan dalam hal. Pertama, aparat keamanan ikut kerja sebagai tukang. Yang dari TNI, khususnya pasukan Zipur karena memang keahliannya memang itu, kedua, aparat keamanan juga akan ada pos-pos pengamanan ditambah di titik-titik para tukang itu bekerja,'' kata Aloysius usai memantau proses kedatangan jenazah para korban di Lanud Sultan Hasanuddin, Jumat (8/12) malam.

Saat ini, kata dia, ada 35 proyek jembatan di Papua. Sebanyak 21 jembatan dikerjakan kontraktor PT Brantas Abipraya. Sedangkan 14 jembatan lainnya oleh PT Istaka Karya. Sesuai kontrak dengan Kementerian PUPR, proyek-proyek tersebut akan selesai Desember 2019 mendatang.

''Mulai minggu depan proyek ini dilanjutkan tetapi pola kerjanya akan lebih diimprove lagi di mana ada pendampingan langsung dari TNI dan Polri, bersama PT Istaka Karya maupun kontraktor lainnya untuk melanjutkan proyek itu bersama-sama,'' ujar Aloysius.

Sebenarnya, kata dia, pada tahapan pembukaan lahan memang banyak dibantu Zipur, namun saat pengerjaan dilanjutkan oleh PT Istaka Karya. Namun pascakejadian penembakan, pasukan Zipur akan ikut bersama dalam pembangunan tersebut.

Sementara ini, kata Aloysius lagi, sedang dihitung berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sampai akhir bulan ini dan tahun depan dengan anggaran baru.

''Akan dihitung alokasi tenaga dari Zipur ke masing-masing proyek,'' tutupnya.***

Editor : hasan b
Sumber : merdeka.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www