KKB Bunuh Para Pekerja Jembatan karena Mereka Yakini TNI yang Menyamar

KKB Bunuh Para Pekerja Jembatan karena Mereka Yakini TNI yang Menyamar
Juru bicara TPNPB Sebby Sambom. (tempo.co)
Kamis, 06 Desember 2018 22:16 WIB
JAYAPURA - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang oleh Pemerintah Indonesia disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di bawah komando Egianus Kogoya mengakui melakukan pembunuhan terhadap satu anggota TNI dan 19 pekerja proyek jembatan di Kabupaten Nduga, Papua Barat.

Dikutip dari merdeka.com, juru bicara TPNPB Sebby Sambom mengaku, dalam dua hari terakhir dirinya sibuk menerima telepon dari banyak jurnalis Indonesia. Dia mengatakan, telepon genggamnya tak berhenti berdering. ''Maaf, beberapa hari ini saya banyak interview dengan wartawan,'' ungkap Sebby Sambom saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (6/12).

Dia bercerita banyak hal. Mulai dari motif penyerangan hingga kekuatan tentara pembebasan Papua Barat. ''Kami tidak suka Pemerintah Indonesia membangun proyek di Papua karena itu sebagai bentuk penjajahan,'' katanya.

Berikut wawancara merdeka.com dengan Sebby melalui sambungan telepon internasional:

T: Anda dan kelompok TPNPB yang melakukan penyerangan dan pembunuhan di Papua?

J: Iya kami yang melakukan, militer OPM. Kami menamakan TPNPB. Di Papua tidak ada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau sejenisnya seperti yang dibilang Polisi Indonesia. Kami Tentara.

T: TPNPB bertanggung jawab atas pembunuhan ini?

J: Jangan salahkan kami. Itu tanggung jawab TNI. Karena mereka menggarap proyek Trans Papua. Itu proyek mereka. Kami hanya melawan penjajahan Indonesia yang dilakukan lewat berbagai sektor, penguasaan sektor ekonomi, bisnis dan lain-lain. Tahun lalu, kami juga lakukan penyerangan sebagai peringatan agar setop bangun di Papua. Tapi tidak setop juga, mereka kembali buat proyek lagi. Dan itu kebanyakan TNI. Jadi itu tanggung jawab TNI.

T: Kenapa Anda menyerang dan membunuh sipil?

J: Mereka itu militer Indonesia. TPN identifikasi, mayoritas pekerja adalah intelijen dan anggota TNI berpakaian preman. Mereka diback up oleh pos TNI di Mbua.

T: Anda tahu dari mana mereka tentara?

J: Trans Papua itu dibangun TNI, sudah bukan rahasia. Seluruh orang Papua tahu itu. Joni yang mereka sebut selamat dari penyerangan itu adalah anggota TNI. Kami punya data otentik. Kami sudah amati tiga bulan. Kebanyakan pekerja di sana militer Indonesia. Jangan salahkan TPNPB, salahkan TNI siapa suruh kau laksanakan proyek.

T: Apa bener TPNPB mengikat korban lalu ditembaki dan digorok?

J: Itu kan versi polisi. Kami hanya melakukan penyerangan.

T: Penyerangan seperti apa?

J: Ya menyerang kamp mereka, menembaki. Kami tidak eksekusi, bantai, dan tidak ada penyanderaan.

T: Berapa banyak korban yang dibunuh TPNPB?

J: Laporan yang kami terima, di situ ada 31 orang, termasuk yang lari. Yang meninggal, dari laporan kami, 24 orang. Itu belum termasuk 1 tentara yang meninggal di pos 2. Pos itu tempat kumpul pekerja proyek, kebanyakan TNI.

T: Apa motif penyerangan yang dilakukan TPNPB?

J: Jelas karena mereka membangun proyek sebagai bentuk penjajahan, dominasi berbagai sektor dan pendudukan Indonesia. Jalan-jalan dibangun untuk memudahkan TNI masuk ke Papua, karena mereka akan kesulitan kalau di hutan. Kami tahu strategi itu.

T: Analisa Anda itu dari mana?

J: Kami punya intelijen. Di Jakarta pun kami punya intelijen. Pasukan kami. Namanya PapuaIntelligence Service atau PIS.

T: Anggotanya berapa?

J: Itu rahasia negara. Tidak bisa kami beritahu. Orang berjuang itu pasti punya sistem intelijen.

T: Saat ini TNI dan Polri sedang memburu kelompok Anda. Anda akan menyerah?

J: Kami punya hutan, punya alam. Kami tidak akan menyerah. Indonesia menjajah kami sejak tahun 1963 sampai sekarang, kami tidak pernah menyerah. Selama 55 tahun kami berjuang terus. Yang tua meninggal, yang muda melanjutkan. Karena semua orang Papua mau merdeka.

T: Kenapa Anda yakin semua orang Papua mendukung OPM?

J: Kami ada anggota tetap dan tidak tetap. Ada 2.500 personel di setiap kodim. Kalau kami mau revolusi total untuk kemerdekaan, rakyat pasti mau dukung OPM. Selama ini mereka hanya tipu-tipu saja pemerintah Indonesia. Biar dapat duit banyak. Setiap kali bilang mau merdeka, pasti langsung dikasih uang, dana otonomi.

T: Anda akan terus melawan pemerintah dan TNI/Polri?

J: Kami biasa bergerilya. Kami hit and hide. Menyerang dan menghilang. Kita akan tetap bergerilya. Mereka (TNI/Polri) datang, silakan saja. Kami hanya khawatir yang jadi korban masyarakat sipil,.

T: Maksudnya seperti apa?

J: Ya yang jadi korban (tentara) masyarakat Papua, bukan kami. Yang ditangkap dan ditembak tentara masyarakat sipil. Karena kami biasa menghilang setelah menyerang. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww