Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur 'Anu Gede'
Hukum
23 jam yang lalu
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur Anu Gede
2
Raffia Arshad, Hakim Pertama di Inggris yang Kenakan Jilbab
Internasional
24 jam yang lalu
Raffia Arshad, Hakim Pertama di Inggris yang Kenakan Jilbab
3
Keluar dari Fase PSBB, Inilah Opsi yang akan Dilakukan oleh Pemko Bukittinggi
Ekonomi
4 jam yang lalu
Keluar dari Fase PSBB, Inilah Opsi yang akan Dilakukan oleh Pemko Bukittinggi
4
Minta Pemerintah Tegas, Pimpinan MPR Usul Moratorium TKA Masuk Indonesia
Politik
23 jam yang lalu
Minta Pemerintah Tegas, Pimpinan MPR Usul Moratorium TKA Masuk Indonesia
5
Senator Sambut Baik Penerapan Akses Terbatas dan 'Paperless' di Kompleks DPR
GoNews Group
22 jam yang lalu
Senator Sambut Baik Penerapan Akses Terbatas dan Paperless di Kompleks DPR
6
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Umum
6 jam yang lalu
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Presiden Perintahkan TNI dan Polri Buru Pembunuh 31 Pekerja Jembatan di Papua

Presiden Perintahkan TNI dan Polri Buru Pembunuh 31 Pekerja Jembatan di Papua
Presiden Joko Widodo. (tempo.co)
Rabu, 05 Desember 2018 14:13 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan aparat TNI dan Polri memburu para pelaku pembunuhan terhadap 31 pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Perintah itu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12). ''Saya juga telah memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab tersebut,'' tegas Jokowi, seperti dikutip dari republika.co.id.

Saat ini, lanjut Jokowi, Panglima TNI dan Wakapolri telah berada di Papua guna menangani aksi penyerangan dan penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua.

Presiden pun menyampaikan duka citanya terhadap para korban pembantaian. ''Dan saya atas nama rakyat bangsa dan negara menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan,'' tambahnya.

Jokowi menegaskan, pemerintah tak akan memberikan tempat dan ruang bagi kelompok kriminal bersenjata di berbagai daerah di Tanah Air.

Aksi pembantaian ini, kata Jokowi, tak akan membuat pemerintah dan masyarakat merasa takut dalam membangun Papua.

''Kita juga tidak akan pernah takut dan ini malah membuat tekad kita membara untuk melanjutkan tugas besar kita membangun tanah Papua,'' kata dia.

Para korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata ini merupakan pekerja pembangunan jalan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Meskipun terjadi aksi penyerangan, namun pemerintah memastikan pembangunan jalan TransPapua akan terus dilanjutkan dan diselesaikan.

''Sudah saya sampaikan ke Menteri PU, pembangunan jalan Wamena ke Mamugu tetap diteruskan. TransPapua yang sepanjang 4.600 km harus segera diselesaikan. Karena dari Wamena ke Mamugu ini harus dibangun 35 jembatan. Ini tetap harus di selesaikan,'' tegas Jokowi.

Dalam konferensi pers ini, Presiden Jokowi didampingi Kapolri Tito Karnavian dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. ***

Editor : hasan b
Sumber : republika.co.id
Kategori : Ragam

Loading...
www www