Pemusnahan Muslim Rohingya Masih Berlangsung di Myanmar

Pemusnahan Muslim Rohingya Masih Berlangsung di Myanmar
Ketua Tim Pencari Fakta PBB untuk Myanmar, Marzuki Darusman, memberikan konferensi pers di Jenewa, Swiss, Selasa (19/9). (republika.co.id)
Kamis, 25 Oktober 2018 10:37 WIB
NEW YORK - Genosida (pemusnahan) terhadap Muslim Rohingya di Myanmar masih berlangsung hingga saat ini. Fakta itu ditemukan Tim Misi Pencari Fakta PBB.

Dikutip dari republika.co.id, dalam laporan yang disampaikan ke Dewan Keamanan PBB pada Rabu (24/10), tim menyerukan masalah ini dirujuk ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC).

Ketua Misi Pencari Fakta PBB di Myanmar, Marzuki Darusman, mengatakan dalam konferensi pers, ada aksi lain yang dilakukan di luar pembunuhan massal. Aksi itu termasuk pengucilan dari masyarakat, pencegahan kelahiran, dan perpindahan ke kamp-kamp.

''Genosida masih berlangsung. Kami menganggap aksi genosida ini dapat disimpulkan secara masuk akal," kata dia, saat mempresentasikan laporan tim pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, dikutip Strait Times.

Laporan setebal 444 halaman dari tim pencarian fakta itu pertama kali dipublikasikan bulan lalu. Tim tersebut menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk merujuk konflik di Myanmar ke ICC di Den Haag, atau untuk menciptakan pengadilan kriminal internasional ad hoc, seperti yang dilakukan di wilayah bekas Yugoslavia.

Laporan itu mengatakan bahwa jenderal penting Myanmar, termasuk Panglima Tertinggi Min Aung Hlaing, harus diselidiki dan dituntut atas tuduhan genosida di Negara Bagian Rakhine. Myanmar telah menolak tuduhan bahwa militernya melakukan kekejaman tahun lalu yang memaksa sekitar 720 ribu warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Konflik itu juga telah menghancurkan 390 desa dan menewaskan 10 ribu warga Rohingya.

''Kondisinya tidak ada tempat untuk kembali yang aman, bermartabat dan berkelanjutan, bagi para Rohingya di Bangladesh ke Myanmar,'' kata dia. Marzuki menambahkan setiap upaya hanya akan berisiko lebih banyak menimbulkan kematian.

Menurut dia, penyelidikan internal yang dilakukan Myanmar sejauh ini telah terbukti gagal dan tidak efektif. Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Christine Schraner Burgener menambahkan, akuntabilitas adalah salah satu dari dua pilar penting untuk rekonsiliasi nasional, ditambah dialog inklusif.

''Pencarian fakta yang kredibel adalah langkah pertama menuju akuntabilitas,'' tutur Burgener.

Pemerintah Myanmar menolak temuan misi PBB itu. Mereka menunjukkan bahwa mereka telah membentuk sendiri komisi investigasi independen yang terdiri dari para diplomat Asia. Myanmar menyatakan bahwa kekerasan di Rakhine dipicu oleh ekstremis Rohingya yang menyerang pos perbatasan pada Agustus 2017.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Pemerintah Alokasikan Rp10 Triliun untuk Tunjangan Pengangguran
GoSumbar.com Korban Salah Tangkap, Disiksa, Dipaksa Mengaku Membunuh dan Dipenjara 3 Tahun, 4 Pengamen Tuntut Ganti Rugi
GoSumbar.com Setelah Kisah Pilunya Tinggal di Toilet Sekolah Diberitakan Media, Bantuan Mengalir kepada Guru Honor Nining
GoSumbar.com Arab Saudi dan Negara Teluk Dukung Kebijakan China Penjarakan 1,5 Juta Muslim Uighur dan Dilarang Shalat
GoSumbar.com Pembangunan Ibukota Baru di Kalimantan akan Dimulai, Ini Persiapannya
GoSumbar.com Bali Pernah Diterjang Tsunami yang Merenggut Ribuan Jiwa
GoSumbar.com Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Sebelum Gempa M 6,0 Guncang Bali, Begini Penjelasan BMKG
GoSumbar.com Anak Guru Mengaji dari Solok Selatan Jadi Lulusan Terbaik Akpol 2019
GoSumbar.com Usai Bertemu Prabowo, Amien Rais: Sampai Sekarang Pun Alhamdulillah Masih Istiqomah
GoSumbar.com Konsumsi Rokok Penduduk Miskin Indonesia Terbesar Kedua, Kalahkan Telur dan Daging Ayam
GoSumbar.com Hasil Kajian KPK, 40 Persen Sektor Industri Kelapa Sawit Tak Patuh Bayar Pajak
GoSumbar.com Kata Pengamat, Penumpang Berhak Ambil Gambar dalam Pesawat karena Sudah Bayar Tiket dan Demi Keselamatan
GoSumbar.com Garuda Larang Ambil Gambar dalam Pesawat, Ini Alasannya
GoSumbar.com Dikirim Sehari Sebelum Bertemu Jokowi, Ini Isi Surat Prabowo kepada Amien Rais
GoSumbar.com Dua Tahun Berlalu, Polri Tak Juga Mampu Ungkap Penganiaya Novel, ICW Cs Melapor ke Polisi Tidur
GoSumbar.com Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Bali, Siswa dan Guru di Jembrana Berhamburan
GoSumbar.com Kisah Pilu Nining Suryani, Guru Honor Bergaji Rp350 Ribu yang Terpaksa Tinggal di Toilet Sekolah
GoSumbar.com Kesal Tak Dapat Kursi di Kereta, Wanita Muda Ini Nekat Lepas Rok dan Celana Dalam, Begini Penampakannya
wwwwww