Papua Nugini Diguncang Gempa 7,0 SR, Diapit Gempa 6,2 SR, Sempat Diumumkan Peringatan Dini Tsunami

Papua Nugini Diguncang Gempa 7,0 SR, Diapit Gempa 6,2 SR, Sempat Diumumkan Peringatan Dini Tsunami
Ilustrasi gempa Papua Nugini. (tribunnews)
Kamis, 11 Oktober 2018 10:37 WIB
JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter (SR) mengguncang Papua Nugini, Kamis (11/10) pagi, pukul 06.48 waktu setempat. Sempat diumumkan peringatan dini tsunami, namun kemudian dicabut.

Dikutip dari tribunnews.com, dilansir AFP, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat, pusat gempa berada di sekitar 125 kilometer (km) timur dari Kimbe pada kedalaman 40 km.

Tercatat ada dua guncangan gempa hingga 6,2 magnitudo sebelum dan setelah gempa utama berlangsung.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik pada mulanya mengumumkan peringatan terjadinya gelombang tsunami, yang kemungkinan melanda kawasan pesisir sejauh 300 km dari pusat gempa.Kemudian, peringatan tersebut dicabut.

''Berdasarkan data yang tersedia, ancaman tsunami akibat dari gempa bumi telah berakhir,'' demikian pernyataan.

Juru bicara Kantor Manajemen Bencana Nasional Papua Nugini menyatakan, belum ada laporan mengenai kerusakan setelah guncangan gempa.

Biasanya informasi kerusakan memakan waktu beberapa jam untuk mencapai ibu kota, di Port Moresby.

Asisten Direktur Observatorium Geofisika Papua Nugini di Port Moresby, Chris McKee, menanggapi laporan-laporan sebelumnya yang memperkirakan kekuatan gempa mencapai 7,3 magnitudo.

''Kami yakin magnitudo bukan 7,3 seperti yang disebut dalam beberapa laporan, dan kedalamannya 50-70 km,'' katanya.

''Dalam parameter dan kedalaman itu, kami tidak akan memperkirakan terjadinya tsunami,'' imbuhnya.

Sementara situs resmi USGS menyatakan, kemungkinan kecil adanya korban dan kerusakan akibat gempa.

Papua Nugini masih belum pulih usia diguncang gempa 7,5 magnitudo pada Februari lalu, yang menewaskan 125 orang.

Papua Nugini, sebagaimana diketahui terletak di Cincin Api Pasifik, lokasi utama aktivitas seismik karena gesekan antara lempeng tektonik.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww