Menristekdikti Larang Capres dan Cawapres Masuk Kampus, Kecuali Jokowi

Menristekdikti Larang Capres dan Cawapres Masuk Kampus, Kecuali Jokowi
Mahasiswi antusias ingin berfoto dengan Sandiaga Uno. (pojoksatu)
Kamis, 11 Oktober 2018 10:03 WIB
JAKARTA - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir melarang calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) yang akan bertarung pada pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang, masuk ke kampus. Namun larangan itu tidak berlaku bagi Capres nomor urut 1, Joko Widodo alias Jokowi.

''Mana sekarang calon yang ke kampus. Saya larang. Panggil rektornya. Enggak boleh,'' ujar Nasir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/10/2018), seperti dikutip dari waspada.co.id.

Ditegaskan Nasir, Capres dan Cawapres tak memiliki alasan apapun untuk masuk ke kampus, termasuk sosialisasi Pemilu. Pasalnya, itu bisa dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

''Pemilu tidak harus calon-calon itu,'' ucap dia.

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno sebelumnya beberapa kali masuk kampus. Sandi sempat menghadiri acara UKM Expo 2018 di Universitas Muhammadiyah Jakarta dan mengisi kuliah perdana mahasiswa baru di Kampus B Uhamka, Jl Tanah Merdeka, Jakarta Timur.

Selain Sandi, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo juga beberapa kali masuk kampus. Teranyar, Jokowi menghadiri undangan Dies Natalis Ke-66 Universitas Sumatera Utara pada Senin, 8 Oktober 2018.

Namun, Nasir menerangkan bahwa posisi Jokowi sangat berbeda dengan Sandi saat masuk kampus. Jokowi hadir karena kapasitasnya sebagai presiden.

Selain itu, Kepala Negara juga punya hak untuk berkegiatan di manapun, termasuk kampus. ''Kalau presiden datang ke kampus itu hak presiden, tapi bukan sebagai calon presiden,'' tandasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:waspada.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww