Soal Dugaan Aliran Dana dari Basuki ke Tito Karnavian, Jokowi: Itu Wilayahnya KPK, Saya Tak Ikut Campur

Soal Dugaan Aliran Dana dari Basuki ke Tito Karnavian, Jokowi: Itu Wilayahnya KPK, Saya Tak Ikut Campur
Presiden Joko Widodo. (int)
Rabu, 10 Oktober 2018 18:42 WIB
JAKARTA - Hasil investigasi Indonesialeaks menemukan adanya aliran dana suap dari Direktur CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman kepada sejumlah pejabat, termasuk nama Tito Karnavian.

Dikutip dari tribunnews.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pihaknya tidak mau ikut campur terkait dugaan korupsi yang menyeret Kapolri Tito Karnavian tersbut.

''Itu wilayahnya KPK, itu wilayahnya hukum, saya enggak mau ikut campur, intervensi hal-hal yang berkaitan dengan hukum,'' ujar Jokowi di Pondo Gede, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Menurut ‎Jokowi, pemberitaan tersebut masih dugaan, tetapi sekali lagi hal tersebut merupakan wilayah hukum dan pemerintah tidak akan melakukan intervensi.

''Kan dugaan toh? Baru dugaan, saya enggak mau intervensi, enggak mau ikut campur, itu wilayah hukum,'' ucap Jokowi.

‎Presiden tidak menjelaskan apakah sudah berdiskusi dengan Kapolri terkait pemberitaan tersebut atau belum, namun kemarin Tito bertemu dengan Jokowi di Istana Kepresiden Bogor.

''Ya biasa (bertemu antara Presiden dan Kapolri),'' ucap Jokowi secara singkat.

Sebelumnya, sejumlah media nasional yang tergabung dalam Indonesialeaks merilis hasil investigasi mengenai kasus korupsi yang diduga melibatkan para petinggi penegak hukum di negeri ini.

Mereka juga mencium adanya indikasi kongkalikong untuk menutupi rekam jejak kasus tersebut dengan cara penghilangan dokumen penyidikan.

Indonesialeaks menulis, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat penyidik KPK, Surya Tarmiani, pada 9 Maret 2017 yang memuat keterangan saksi Kumala Dewi Sumartono yang membuat rincian catatan laporan transaksi keuangan dalam kapasitasnya sebagai Bagian Keuangan CV Sumber Laut Perkasa, justru tidak ada di dalam berkas perkara.

Yang disebut dalam berkas perkara justru BAP dari pelaku yang diduga menyobek 15 lembar transaksi lancung itu.

Padahal, BAP yang dibuat penyidik Surya tersebut memuat keterangan adanya 68 transaksi yang tercatat dalam buku bank merah atas nama Serang Noor dan ada 19 catatan transaksi untuk individu yang terkait dengan institusi Polri. Di sinilah, nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian terseret. Indonesialeaks menyebut bahwa ada buku bank bersampul merah atas nama Serang Noor IR yang memuat indikasi transaksi kejahatan.

Selain itu, ada pula fakta tindakan merobek 15 lembar catatan transaksi 'jadah' atas buku bank serta sapuan tip-ex di atas lembaran alat bukti kasus penyuapan atas Patrialis Akbar oleh Basuki Hariman.

Perobekan atas buku bank sampul merah PT Impexindo Pratama karena buku itu berisi catatan pengeluaran perusahaan pada 2015-2016 dengan jumlah Rp4,337 miliar dan US$ 206,1 ribu.

Salah satu motif utamanya, diduga, ditujukan untuk menggelapkan, meniadakan dan menghapuskan nama besar petinggi penegak hukum yang mendapatkan transaksi ilegal dari perusahaan milik Basuki.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww