Ponsel Jatuh di Celah Bangku Pesawat Bisa Bahayakan Penerbangan, Seperti Dialami Qantas 2 Pekan Lalu

Ponsel Jatuh di Celah Bangku Pesawat Bisa Bahayakan Penerbangan, Seperti Dialami Qantas 2 Pekan Lalu
Ilustrasi. (tribunnews)
Minggu, 07 Oktober 2018 22:30 WIB
MELBOURNE - Suasana mencekam terjadi dalam pesawat Qantas saat terbag menuju Melbourne, Australia, Rabu (26/9) lalu.

Dikutip dari tribuntravel.com yang melansir laman travel and leisure, seorang penumpang pesawat Qantas kelas bisnis tanpa sengaja menjatuhkan ponsel di sela kursi. Saat itu, penerbangan berlangsung sekitar dua jam sebelum mendarat di Melbourne.

Ketika pria tersebut mencoba mengeluarkannya dari celah kursinya, ponsel itu malah remuk dan mulai memanas, berbau seperti karet terbakar.

Kru pesawat sempat mempertimbangkan untuk melakukan pendaratan darurat ke Sydney. Namun, sebelum situasi semakin buruk, pramugari menggunakan alat pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

Penerbangan ini tetap mendarat di Melbourne tanpa masalah lebih lanjut. Namun, insiden ini pun menyoroti masalah keamanan penting yang tidak terlalu diperhatikan penumpang kebanyakan.

Dalam pengumuman keselamatan, maskapai penerbangan Qantas kini menyarankan penumpang untuk segera melapor kepada pramugari jika mereka menjatuhkan ponsel di bawah kursi.

Baterai lithium pada ponsel dapat memanas dengan cepat dan jika rusak, dapat memercikkan api.

Menurut Federal Aviation Administration (FAA), ada 46 kasus baterai lithium-ion yang memercikkan api pada penerbangan di seluruh dunia selama tahun 2017. Jika kehilangan ponsel di kursi selama penerbangan, segera lapor kepada pramugari.

Jika telepon memercikkan api atau terlalu panas, kru kabin sudah dilengkapi peralatan untuk memadamkan api.

Seorang pramugari dapat mengambil ponsel yang terlalu panas dan memasukkannya ke cairan atau menguncinya di kotak tahan api sampai pesawat mendarat.

Jika traveler mengemas baterai cadangan dalam tas tangan atau carry-on, jagalah agar baterai selalu aman.

''Yakni dengan melindunginya dari hubungan arus pendek dengan penutup terminal atau pita dan jangan pernah menaruh baterai di mana mereka dapat bersentuhan dengan kunci atau konduktor lainnya,'' kata Aviation Week.

Satu catatan peringatan terakhir: jangan menaruh baterai lithium-ion cadangan di bagasi terdaftar.

FAA telah melarang baterai lithium terbang dalam kargo penumpang, maskapai penerbangan hanya akan mengizinkan penumpang membawa baterai dalam tas carry-on.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww